Laman

Selasa, 07 Juni 2011

DIALOG RASULULLOH DENGAN IBLIS

Segala puji hanya milik ALLAH semesta alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada seorang Nabi yang Ummi, Muhammad saw., dan kepada keluarganya yang bersih serta seluruh sahabatnya yang mulia.Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah: Kami bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku.”Rasulullah bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?”Mereka menjawab, “Tentu Allah dan Rasul Nya lebih tahu.”Lalu Rasulullah saw. menjelaskan, “Ini adalah iblis yang terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya.”
Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?”Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silakan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian.”Ibnu Abbas berkata:
Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sambil memberi salam. ‘Assalamu’alaika ya Muhammad, Assalamu’alaikum ya Jamaa’atal mus1imin,” kata iblis.Nabi menjawab, “Assalamu lillah ya la’iin (Keselamatan hanya milik AlIah wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu tersebut wahai Iblis?”"Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang ke sini karena terpaksa,” tutur iblis.“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?” tanya Rasulullah.
Iblis menjawab, “Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Mahaagung, dimana utusan itu berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah swt. memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang.’ Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku.”
Rasulullah mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, “Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?”Iblis menjawab dengan jujur, “Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”"
Lalu siapa lagi yang paling engkau benci?” tanya Rasulullah.”Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinva hanya kepada Allah swt.,” jawab Iblis.”Siapa lagi?” tanya Rasulullah”Orang alim yang wara’ (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar,” jawab iblis.”Siapa lagi?” tanya Rasulullah”Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil dan najis; pent.),” tutur iblis”Siapa lagi?” tanya Rasulullah”Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya ke pada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya.” jawab iblis.”Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?” tanya Rasulullah.
”Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar,” jelas Iblis.”Lalu siapa lagi, wahai lblis?” tanya Rasul.”Orang kaya yang bersyukur,” tutur iblis.”Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?” tanya Rasulullah”Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya,” tutur iblis.”
Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?” tanya Rasulullah.”Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab iblis.”Mengapa wahai makhluk yang terkuluk?” tanya Rasulullah.”Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca al-Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua,” jawab iblis.
”Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?” tanya Rasulullah.”Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan: Dengan sedekah itu, Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi di kalangan makhluk Nya, dengan sedekah itu pula Allah akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit,” tutur iblis menjelaskan.”
Lalu bagaimana pendapatnu tentang Abu Bakar?” tanya Rasulullah.”Ia sewaktu jahillyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam,” tutur iblis.”Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?” tanya Rasulullah.”Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya,” jawab iblis.”Bagaimana dengan Utsman?” tanya Rasulullah.”Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya,” jawab iblis.”lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?” tanya Rasulullah.”Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali,” tutur iblis.”Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah.
“Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan Yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas (sangat-sangat ikhlas),” tutur iblis.
”Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlas itu?” tanya Rasulullah.Iblis menjawab dengan panjang lebar, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah swt. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu, saya memiliki tujuhpuluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuhpuluh ribu setan. Di antara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak ada masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Di antara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apa pun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu.
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshisho seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuhpuluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab Nya dengan firman-Nya:”(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: Kafirlah kamu maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, ‘Sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.s. al Hasyr: 16).
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah orang yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas Nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas Nama Allah, ‘Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua.’ Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku. Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, ‘Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.’ Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat di luar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan di luar waktunya itu ia akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, ‘Lihatlah ke kanan dan ke kiri.’ Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap di depan matanya sembari berkata, ‘Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya.
’Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintah untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang ruku’ saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dari ruku’ dan saya turunkan sebelum imam turun.
Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai. Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.
Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, ‘Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.’ Saya pun berkata kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, , “… dan tidak apa apa bagi seorang yang sedang sakit …,“(Q.s. an Nur: 61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat.’ Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut.
Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?”
Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaannya, “Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?”"Orang-orang yang suka makan riba,” jawab iblis.”Lalu siapa teman dekatmu?” tanya Rasululah kembali.”Orang yang berzina,” jawabnya. “Siapa teman tidurmu?” tanya Rasulullah.”Orang yang mabuk,” jawabnya.”Siapa tamumu?” tanya Rasulullah.”Pencuri,” jawabnya. “Siapa utusanmu?” tanya Rasulullah.”Tukang sihir,” jawabnya.’Apa yang menyenangkan pandangan matamu?” tanya Rasulullah.”Orang yang bersumpah dengan talak,” jawab iblis.”Siapa kekasihmu?” tanya Rasulullah.”Orang yang meninggalkan shalat Jum’at,” jawabnya.
”Wahai makhluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?” Tanya Rasulullah.”Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah,” jawabnya.“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?” tanya Rasulullah.”Tobatnya orang yang bertobat” jawabnya.“Apa yang membuat hatimu panas?” tanya Rasulullah.”Banyaknya istighfar kepada Allah, baik di malam atau siang hari,” jawabnya.“Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?” tanya Rasulullah.”Sedekah secara rahasia,” jawabnya”Apa yang menjadikan matamu buta?” tanya Rasulullah.”Shalat di waktu sahur,” jawabnya.“Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?” tanya Rasulullah.”Memperbanyak shalat berjamaah,” tuturnya.”Siapa orang yang paling bisa membahagiakanmu?” tanya Rasulullah”Orang yang sengaja meninggalkan shalat,” tuturnya.”Siapa orang yang paling celaka menurut engkau?” tanya Rasulullah”Orang-orang yang kikir,” jawabnya”Apa yang menyita pekerjaanmu?” tanya Rasulullah.”Majelis orang-orang alim,” jawabnya.”Bagaimana cara engkau makan?” Tanya Rasulullah”Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku,” jawabnya
”Di mana engkau mencari tempat berteduh untuk anak anakmu di waktu panas?” tanya Rasulullah”Di bawah kuku manusia,” jawab iblis”Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhamnu?” tanya Rasulullah.”Sepuluh macam,” jawabnya”Apa saja itu wahai makhluk terkutuk?” tanya RasulullahIblis pun menjawabnya, “Saya memintaNya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Tuhan mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah:”Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (Q.s. al Isra’: 64).Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah:“Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki.” (Q.s. al Isra’: 64).
Saya memohon kepada Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah al-Qur’anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon kepadaNya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.. Dan saya memohon agar saya mendapatkan teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku.
Rasulullah saw kemudian membaca firman Allah, “Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.s. al Isra’: 27).”
Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu.”Lalu iblis berkata lagi, “Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan ke mana pun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku, ‘Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta.’ Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat.
Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat.Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Atamah (Isya’). Andalkan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.
Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahalanya. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.
Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khathib sedang berkhuthbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikit pun untuk selamanya.Setiap kali ada perempuan keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, ‘Keluarkan tanganmu.’ Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi.
Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya.’ Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Tuhan. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (hujjah) Tuhan terhadap makhluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.”
Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah:”Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat Yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (Q.s. Hud: 118 9).Kemudian beliau melanjutkan dengan firman Allah yang lain:”Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” (Q.s. al Ahzab: 38).
Lantas Rasulullah saw. berkata lagi kepada iblis, “Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Mahasuci Tuhan Yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu.
Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya.”Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, awal dan akhir, dhahir dan bathin. Dan semoga shalawat dan salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sehabatnya serta para Utusan dan para Nabi.

Syeikh Muhyiddin Ibnu ‘Arab

Jumat, 03 Juni 2011

Asma’ Ismul A’zom

Ismul A’zhom merupakan Nama Allah Yang Agung. Ismul / isim / asma’yang artinya Nama, Al-a’zhom ( الأعْظَمُ ) yang artinya Maha Agung.

Seperti halnya Asmaul Husnah, ismul A’zhom juga sangat terkenal dalam amalan doa kaum muslimin. Sebab telah diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa barang siapa berdoa dengan menyebut Ismul a’zhom niscaya doanya akan dikabulkan.

Namun para ulama berselisih pendapat tentang manakah Asma’ Allah yang disebut isim A’zhom. Hal ini disebabkan karena berita-berita yang terdapat di dalam hadist, Rasulullah SAW tidak menyatakan dengan pasti tentang asma’ mana saja yang disebut sebagai Ismul a’zhom.

Dalam hadist hanya diberitakan bahwa Rasulullah telah mendengar untain doa dari para hamba dengan mengagungkan nama Allah, kemudian Rasulullah menyatakan bahwa dia telah memohon kepada Allah dengan ismul a’zhom.

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, sesungguhnya aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Esa, Yang menjadi tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakan, dan yang tidak ada sesuatu pun yang setara denganNYA.”

Lantas Nabi shalallahu alaihi wa sallam berkata: “engkau telah memohon kepada Allah dengan isim A’zhom, yang jika dipakai untuk memohon niscaya akan diberi, dan bila dipakai untuk berdoa niscaya akan dikabulkan.” (HR. Abu Daud, Attirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Alhakim dari Abdullah bin Buraidah ra)

Dalam hadist lain:
Dari shahabat Abu Tholhah ra, katanya: Rasulullah SAW mendatangi seorang laki-laki, yang ketika itu sedang berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu bahwa hanya bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan selain Engkau, Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemberi karunia, Pencipta langit dan bumi, Yang memiliki Keagungan dan kemuliaan”

Lantas Rasulullah SAW berkata: “Sungguh dia telah memohon kepada Allah dengan isim a’dhom yang jika dipakai berdoa dengannya niscaya akan dikabulkan dan jika dipakai untuk memohon dengannya niscaya akan diberi.”

Dalam hadist lain:
“Isim Allah yang maha Agung itu, yang jika dipakai buat berdoa dengannya niscaya akan dikabulkan, didalam ayat ini: yaitu ayat 20 dari surah Ali Imraan.” (HR, Atthobarony dari Ibnu Abbas ra).

Dalam hadist lain:
“Isim Allah yang maha agung terdapat dalam enam ayat dari akhir surah Al Hasyr.” (HR. Addailamy dari Ibnu Abbas ra).

Tetapi walaupun tidak ada pernyataan yang pasti dari Rasulullah SAW tentang isim a’zhom ini, namun dari hadist tersebut bisa diketahui gambaran dan ciri-cirinya.

Bagaimana seorang hamba mendapatkan ismul a’dhom? bisa di dapatkan dg berbagai cara sebagai berikut:

1. Adakalanya seorang hamba mendapat-kan isim a’zhom dengan jalan ilham atau mimpi. Seperti dalam hadist diatas, lelaki tersebut dapat mengucapkan ismul a’dhom meskipun Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan kepadanya. Itu merupakan rahmat dari Allah atas diri seorang hamba. Jadi ismul a’dhom hanya diketahui oleh hamba-hamba yang dicintai dan diridhoiNYA.
2. Ismul a’zhom biasanya terilham dalam diri seorang hamba yang betul-betul sedang mengharapkan pertolongan hanya kepada Allah SWT. Dalam hatinya benar-benar hanya memohon kepada Allah SWT, tidak kepada yang lain. Dalam beberapa riwayat dari pengamal ismul a’zhom, mereka mendapatkannya ketika dalam keadaan terdesak dan tiada lagi yang bisa memberi pertolongan kecuali hanya Allah SWT saja. Dan Allah SWT mengilhamkan dalam hati sang hamba ilmu hikmah ini.
3. Menurut Imam Ahmad Albuny, cara mendapatkan isim a’zhom dikalangan auliya berbeda-beda. Dan bacaan amalan ismul a’dhom pun ada bermacam-macam. Seperti yang kita ketahui sekarang ini. Setiap guru, syekh dan para auliya bisa jadi memiliki amalan bacaan ismul a’zhom tersendiri sesuai dengan maqam ketaqwaannya. Jadi Ismul A’zhom tidak diketahui kecuali oleh orang-orang tertentu yang sangat dekat dengan Allah SWT.

Ismul a’zhom yang sejati adalah yang muncul dari ilham ilahi, terucap dari lubuk hati tanpa direkayasa oleh akal dan nafsu.

Untuk mencapai tataran tersebut, para Guru memberi tuntunan wirid ismul a’zhom yang sudah ada sebelumnya untuk diamalkan oleh para murid.

Itulah sekedar penjelasan tentang ismul a’zhom, semoga dengan keterangan singkat ini dapat menambah kadar ketaqwaan kita kepada sang pemilik nama-nama yang agung yaitu Allah SWT.

Malam Lailatul Qadar

SERIBU MALAM KEMULIAAN

.“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.

2.Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021).

3.“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi.

4.“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5).

5.Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr 97: 1-5)

Jausyan Kabir

Semoga rahmat ta’zhim Allah senantiasa tercurah kepada baginda Muhammad, seorang Nabi yang Ummiyy, dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya, wa ba’du.

Ini merupakan Benteng Agung yang diberi nama “Hirzul Jausyan Al-Kabir”. Semoga Allah memberikan manfaat dengan Hizib ini kepada umat Islam, amiin.

Hizib ini memuat 1001 Nama (Allah). Diriwayatkan dari Ja’far Ash-Shadiq berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Hizib ini mengandung rahasia-rahasia agung yang tidak dapat dijangkau akal-pikiran”.

Diriwayatkan dari Amirul Mu’minin (Sayyidina Ali ibn Abu Thalib), radhiyallahu ‘anhu wa karramallahu wajhah, berkata kepada putranya Al-Hasan: “Wahai, Putraku! Bersediakah engkau bila aku memberitahumu salah satu rahasia dari rahasia-rahasia kenabian?”

Al-Hasan menjawab: “Tentu, wahai Amirul Mu’minin”.

Doa Jawsyan Kabir adalah doa yang di dalamnya terdapat 1000 Asma Allah. Terdiri dari 100 pasal, dan setiap pasal terdapat 10 Asma Allah. Dalam pasal-pasalnya terdapat inti-inti doa yang dibutuhkan oleh setiap manusia: Doa perlindungan saat menghadapi bahaya, hajat dan rizki saat dihimpit kesengsaraan, ketenteraman dan kedamaian saat digoncang oleh badai kehidupan, dan lainnya.

Dalam hadis2 yang berumber dari Ahlul bait Nabi saw disebutkan bahwa Doa Jawsyan kabir termasuk doa yang paling utama dibaca di malam Al-Qadar. Malam yang lebih baik dari 1000 bulan, malam penuh berkah, malam doa-doa didengar dan diijabah oleh Allah swt.

Dalam kitab Al-Baladul Amîn dan Al-Mishbâh disebutkan:
Imam Ali Zainal Abidin (sa) meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi saw, ia berkata: “Ketika Nabi saw berada dalam salah satu peperangan, datanglah malaikat Jibril (as) kepadanya dan berkata: Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam untukmu dan berfirman: ‘Pakailah Jawsyan ini dan bacalah, doa ini akan menjadi pelindung bagimu dan umatmu.” Beliau menyebutkan keutamaan doa ini, antara lain:

1. Jika teks doa ini dituliskan pada kain kafan, sang mayit akan diselamatan dari api neraka.
2. Jika dibaca dengan ikhlas di bulan Ramadhan, ia akan dikaruniai malam Al-Qadar, diciptakan baginya 70 ribu malaikat semuanya bertasbih kepada Allah swt lalu pahala dihadiahkan kepada yang membacanya.
3. Jika dibaca di bulan Ramadhan (3 kali), Allah swt mengharamkan jasadnya dari api neraka, mewajibkan baginya surga, dan mewakilkan kepada dua malaikat untuk menjaganya dari kemaksiatan dan dalam sepanjang hidupnya ia berada dalam pengamanan Allah swt.

Di akhir riwayat tersebut Al-Husein (sa) berkata: “Ayahku Ali bin Abi Thalib (sa) berwasiat kepadaku agar aku menjaga dan memuliakan doa ini, menuliskan pada kain kafannya, mengajarkan kepada keluargaku dan menganjurkan mereka agar membacanya. Doa ini terdiri dari seribu Asma Allah yang di dalamnya terdapat Ismul A’zham.”

Allamah Al-Majlisi, penulis kitab Bihârul Anwâr, kitab hadis yang terdiri dari 120 jilid. Dalam kitabnya Zâdul Ma’âd ia mengatakan: Doa Jawsyan Kabir sangat dianjurkan untuk dibaca pada awal bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam Al-Qadar. Doa ini terdiri dari 100 pasal, setiap pasal terdapat sepuluh Asma Allah, dan setiap akhir pasal membaca:
سُبْحَانَكَ يَا لاَ اِلَهَ إلاَّ اَنْتَ اَلْغَوْثَ اَلْغَوْثَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ

Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta alghawts-alghawts khallishnâ minan nâri yâ râbb.
Maha Suci Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, lindungi kami, lindungi kami, lindungi kami, selamatkan kami dari api neraka ya Rabb.

Doa ini telah disyarahi oleh seorang ulama besar dan filosuf isyraqi yaitu Mulla Hadi Sabzawari. Dalam kitab syarahnya disebutkan tentang keajaiban doa ini. Semoga kita yang membacanya menemukan keajaiban doa ini sebagaimana yang disebutkan dalam kitab tersebut dan seperti orang-orang mukmin yang telah merasakannya.

Doa Kumail adalah doa yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa) kepada Kumail bin Ziyad. Doa ini mengandung makna spiritual yang sangat tinggi, menyentuh kehidupan dan lubuk hati kita yang paling dalam. Sehingga hampir setiap muslim dan mukmin yang membacanya, mereka menangis dan meneteskan air. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam Jum’at.

Sayyidina Ali berkata: “Malaikat Jibril ‘alaihis salam telah turun kepada Rasulullah Saw pada perang Uhud yang diberkahi. Hari itu adalah saat yang sangat panas, Nabi Saw membawa perisai yang amat berat sehingga beliau merasa tidak mampu membawa perisai tersebut karena suhu yang sangat panas. Kemudian beliau menengadahkan kepala ke langit dan berdoa kepada Allah SWT.

Beliau bersabda: “Tatkala aku berdoa kepada Allah SWT, aku melihat pintu-pintu langit terbuka dan turunlah Jibril As dan berkata:

“Wahai Rasulullah, (Allah) Yang Maha Luhur lagi Maha Tinggi menyampaikan Salam dan memberi kekhususan kepadamu dengan penghormatan dan kemulyaan serta berfirman kepadamu: “Aku memberimu doa yang agung, yaitu doa Al-Jausyan”.

Kemudian aku bertanya: “Wahai saudaraku, Jibril! Doa yang agung ini khusus untukku atau untuk umatku secara umum?”

Jibril Menjawab: “Ini hadiah dari Allah SWT untukmu dan untuk umatmu semuanya”.

Lalu aku bertanya: “Apakah pahala yang diberikan dari doa ini?”

Kemudian Jibril menjawab: “Tidak ada yang mengetahuinya (dengan haqq) selain Allah SWT. Barang siapa membacanya dan membawanya ketika keluar dari rumahnya pada waktu pagi atau petang, atau pada waktu yang dikehendaki, maka diberilah ia pahala amal shaleh, (juga mendapat pahala) bagaikan membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur`an yang agung. Akan tetapi jika yang membacanya adalah orang yang taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta menjauhi segala syahwat dan kesenangan”.

Lalu aku bertanya (lagi): “Dan apakah Allah akan memberikan semua pahala tersebut kepada setiap orang yang membaca doa yang agung ini?”

Jibril menjawab: “Iya. Bahkan Allah akan memberikan setiap huruf yang dibacanya dengan pahala dua bidadari yang bermata lentik didalam surga yang penuh perhiasan. Ditambah lagi, sebagai janji dari Allah, ketika telah selesai membaca doanya, Allah akan membangun untuknya sebuah istana di surga, dan Allah akan memberikan pahala yang setara dengan empat Nabi; yaitu Ibrahim, Musa, Isa dan Engkau wahai Muhammad”.

Aku bertanya: “Wahai saudaraku Jibril! Pahala ini untuk orang yang membacanya atau membawanya?”

Jibril Menjawab: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesungguhnya (ada suatu tempat/planet) di ujung barat yang tanahnya putih, didalamnya tinggal segolongan makhluk yang senantiasa menyembah kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya selamanya. Mereka sampai merobek-robek kulitnya karena menangis.

Kemudian Allah mewahyukan kepada mereka: “Mengapa kalian takut dan tidak pernah berbuat durhaka sekejap mata pun”.

Mereka berkata: “Kami khawatir apabila Engkau murka kepada kami dan mengazab kami dengan api neraka”.

Nabi Saw bertanya: “Wahai saudaraku Jibril! Apakah mereka anak keturunan Adam?”

Jibril menjawab: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Mereka tidak ada yang mengetahui bahwa Allah telah menciptakan Adam dan iblis. Di tempat mereka, matahari terbit setiap 40 hari sekali. Mereka tidak makan dan tidak minum. Dan sesungguhnya Allah akan memberikan pahala yang setara dengan ibadah (yang) mereka (lakukan) kepada orang yang memiliki doa ini, jika pemilik itu adalah orang yang beriman lagi tulus-bersih dari segala cela.

Rasulullah Saw bertanya: “Wahai saudaraku Jibril! (apakah) Allah akan memberikan semua pahala ini?”

Jibril menjawab: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesungguhnya Allah membangun sebuah rumah di langit keempat yang dinamakan Baitul Ma’mur. Setiap hari 70.000 Malaikat memasukinya dan keluar dari rumah itu seraya tidak kembali lagi sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi orang yang membaca doa yang agung ini, sedangkan ia adalah orang yang beriman lagi tulus, yang setara dengan pahala orang yang beriman laki-laki dan perempuan dari golongan jin dan manusia sejak saat mereka diciptakan oleh Allah sampai hari kiamat.

Jibril menambahkan: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesungguhnya sebuah rumah yang bila didalamnya terdapat doa yang agung ini tidak akan terkena bencana selamanya. Dan barang siapa yang menulisnya pada kulit rusa dan mengalungkan (menempelkan) pada orang yang sakit, akan sembuh dengan izin Allah Ta’ala”.

Aku bertanya: “Wahai saudaraku Jibril! Keutamaan ini semuanya untuk orang yang memiliki doa ini?”

(Jibril menjawab): “Barang siapa membaca doa yang agung ini lalu mati, maka matinya adalah mati syahid dan dituliskan untuknya pahala 900.000 orang yang mati syahid di darat maupun di laut. (Dan jika) dibaca pada malam hari, Allah akan memberi ampunan dan memberinya segala apa yang diminta dari kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat”.

Kemudian aku berkata: “Wahai saudaraku Jibril! Tambahkanlah (keterangan) kepadaku!”

Jibril menjawab: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Aku telah bertanya kepada saudaraku Malaikat Israfil tentang keutamaan doa yang agung ini. (Malaikat Israfil menjawab): “Allah Ta’ala berfirman:

“Demi keperkasaan-Ku, demi keagungan-Ku, demi kemurahan-Ku, demi kemulyaan-Ku. Barang siapa yang beriman kepada-Ku dan membenarkan Muhammad sebagai seorang Nabi dan membenarkan doa yang agung ini, Aku akan memberinya pahala yang tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali Aku. Aku adalah Dzat yang bila Aku menghendaki sesuatu maka Aku berfirman kepadanya: Jadi, maka terjadilah. Aku adalah Dzat yang bila Aku memberikan kepada salah satu hamba-Ku, Aku memberikan kepadanya dengan tanpa takaran, tanpa timbangan, dan tanpa hitungan. Dan jika salah satu hamba-Ku membaca doa yang agung ini, maka hilanglah kesusahan lahir dan kesusahan batin dengan izin-Ku”.

Beruntunglah bagi orang yang membaca doa yang agung ini dan percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan percaya kepada doa yang agung ini. Dan celakalah bagi orang yang mengingkarinya lagi tidak mempercayainya dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Wahai, utusan Allah! barang siapa menulis doa ini di gelas yang terbuat dari kaca dengan kapur dan minyak misik (kesturi) kemudian membasuhnya dan memercikkan air itu ke kafan orang mati, Allah SWT akan menurunkan di dalam kuburnya 100.000 rahmat. Dan Allah akan menghilangkan dari padanya dari ketakutan kepada Malaikat Munkar dan Nakir. Dan memberikan keamanan dari siksa kubur. Dan Allah akan mengutus 70 Malaikat untuk si mayit didalam kuburnya. Setiap Malaikat membawa segenggam cahaya dan menaburkan cahaya itu kepadanya dan memberikan kabar gembira dengan surga.

Dan para Malaikat itu berkata kepadanya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memerintahkan kami untuk menemanimu di dalam kuburmu sampai hari kiamat”, dan Allah akan memberi keluasan kepadanya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan Allah akan membukakan baginya pintu ke surga serta menidurkan di dalam kuburnya bagaikan pengantin dengan pasangannya. Dan Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Aku merasa ‘segan’ kepada seorang hamba yang di kain kafannya ada doa ini”.

Jibril berkata: “Aku telah mendengar Allah Al-Bariy ‘Azza Wa Jalla berfirman:

“Doa ini telah tertulis pada bubungan ‘Arsy, 5.000 tahun sebelum dunia diciptakan”.

Dan barang siapa berdoa dengan doa ini maka disisi Allah tergolong orang yang syahid, baik syahid darat maupun syahid laut.

Aku bertanya: “Wahai, saudaraku Jibril! apakah termasuk kedua-duanya (syahid darat dan syahid laut)?”

Jibril menjawab: “Wahai, Muhammad! Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesungguhnya Allah Ta’ala menuliskan untuknya setara pahala 900 orang yang mati syahid baik syahid darat maupun laut”.

Jibril menambahkan: “Wahai, Muhammad! Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesunggunya bila doa ini dibaca di waktu malam, sungguh Allah Azza Wa Jalla akan menggenggam (jiwa) seseorang ketika tidurnya dan menjaganya serta memberinya segala apa yang di minta dari hajat dunia dan akhirat”.

Aku berkata: “Wahai, saudaraku Jibril! Tambahilah (keterangan) kepadaku”.

Jibril menjawab: “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan Haqq sebagai Nabi. Sesungguhnya Aku telah bertanya kepada Allah Ta’ala tentang itu. Allah Azza Wa Jalla berfirman:

“Demi keperkasaan-Ku, demi keagungan-Ku, demi kemurahan-Ku, demi kemulyaan-Ku, dan tingginya keluhuran-Ku didalam kedudukan-Ku, dengan kekuasaan-Ku, sesungguhnya barang siapa yang beriman kepada-Ku dan percaya kepadamu dan percaya kepada doa ini dan pahalaNya, niscaya Aku akan memberinya kerajaan. Sesungguhnya Aku adalah Allah yang tidak akan berkurang perbendaharaan-Ku dan tidak akan musnah apa yang ada disisi-Ku. Walaupun Aku menjadikan surga untuk salah seorang dari hamba-Ku, tidak akan menjadi berkurang perbendaharaan-Ku”.

Dan barang siapa berdoa dengan doa ini disertai niat yang tulus lagi bersih dan tidak tercampur dengan keraguan (dibaca) pada awal dan akhir bulan Ramadhan dan pada setiap malam Jum’at, Allah Ta’ala akan memberinya pahala dengan 70.000 Malaikat di setiap penjuru langit dan 70.000 Malaikat di kota Madinah, dan (diberikan pula) 70.000 Malaikat di arah Barat. Setiap Malaikat mempunyai 20.000 kepala. Dan setiap kepala mempunyai 70.000 mulut. Dan setiap mulut mempunyai 70.000 lidah yang bertasbih kepada Allah Ta’ala dengan bahasa yang berbeda-beda. Dan menjadikan pahala mereka untuk orang yang membaca doa ini.

Wahai, Nabiyullah! Barang siapa berdoa dengan doa ini, tidak ada penghalang antara dia dengan Allah, dan tidak ada sesuatupun yang dicari (diminta) selain bahwa Allah akan memberikan kepadanya.

Wahai, Utusan Allah! Setiap hamba yang berdoa dengan doa ini, Allah akan mengutus baginya ketika keluar dari kuburnya dengan 70.000 Malaikat. Di setiap tangan Malaikat terdapat bendera dari cahaya dan (diutus pula) 70.000 pelayan laki-laki. Setiap pelayan mengendalikan kendaraan yang sangat bagus yang bagian dalamnya terbuat dari mutiara dan bagian luarnya terbuat dari batu permata hijau, dan motif hiasannya terbuat dari permata yakut merah. Di atas setiap kendaraan tersebut terdapat kubah (yang terbuat) dari cahaya. Di setiap kubah terdapat 400 pintu dengan tirai (yang terbuat) dari sutra tipis yang berkilauan. Di setiap kubah terdapat pelayan wanita yang juntaian rambutnya seharum minyak misik (kesturi). Diatas kepala setiap pelayan itu terdapat mahkota dari emas yang kemerahan. Para Malaikat itu bertasbih kepada Allah Ta’ala, dan menyucikan-Nya, dan membaca tahlil kepada-Nya. Serta menjadikan pahala tasbih mereka, penyucian mereka, dan tahlil mereka untuk hamba yang beriman yang membaca serta berdoa dengan doa ini.

Setelah itu diutus pula 70.000 Malaikat dan setiap Malaikat membawa gelas piala yang terbuat dari mutiara putih. Di dalamnya terdapat empat jenis minuman, yaitu minuman dari air, minuman dari arak, minuman dari susu, dan minuman dari madu. Di setiap tutupnya terdapat sapu tangan yang bertuliskan:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له

Dan di bawahnya terdapat cincin/materai sebagai hadiah dari Allah Al-Bariy kepada Fulan Bin Fulan yang senantiasa tekun dan teratur membaca doa ini. Dan pembaca doa ini berkedudukan di pelataran hari kiyamat. sampai-sampai seluruh makhluk memperhatikannya dan bertanya-tanya: “Nabi siapa ini?”

Sedangkan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan dan pembantu-pembantu yang berkendaraan sangat bagus serta para Malaikat mengelilingi dari depan dan belakangnya, mereka mengiring (mengawal) sampai dibawah ‘Arsy. Kemudian ada seruan dari arah (Allah) Ar-Rahman:

“Wahai, hamba-Ku! Masuklah ke surga dengan tanpa hisab!”

Wahai, Utusan Allah! Siapapun hamba yang berdoa dengan doa ini Malaikat menjadi kelelahan dalam mencatat kebaikannya”.

Aku bertanya: “Wahai, saudaraku Jibril! Balasan apa yang diberikan kepada orang yang berdoa dengan doa ini di awal dan akhir Ramadhan sebanyak tiga kali?”

Jibril menjawab: “Wahai, Muhammad! Sungguh Allah telah mengharamkan jasadnya tersentuh api neraka. Dan barang siapa berdoa dengan doa ini maka sesungguhnya baginya disisi Allah ketentuan dan kedudukan yang mulya. Dan barang siapa berdoa dengan doa ini, Allah mewakilkan Malaikat untuk menjaganya dari perbuatan maksiat, dan bertasbih kepada Allah, dan mengkuduskannya, dan menjaganya dari segala marabahaya. Dan membukakan baginya pintu-pintu surga yang tembus dengan pintu-pintu neraka. Dan selama ia hidup maka ia berada dalam perlindungan Allah Ta’ala, dan ketika wafatnya maka sungguh telah disediakan baginya apa-apa yang (dahulu)telah Kami tentukan kepadanya”.

Nabi Saw bersabda: “Berilah himbauan padaku tentang doa ini!”

Kemudian Jibril menjawab: “Takutlah kepada Allah… takutlah kepada Allah… Janganlah engkau mengajarkan doa ini kecuali kepada orang-orang yang beriman”.

Al-Husain ibn Ali ibn Abu Thalib karramallahu wajhah berkata: “Baginda Rasulullah mewasiatkan kepadaku untuk mengagungkan doa ini dan menjaganya.”

Kemudian Ali karramallahu wajhah wa radhiyallahu ‘anh berkata tentang hal ini: “Ada beberapa cerita tentang doa ini yang mengisahkan kecepatan terkabulnya permintaan. Dan doa ini memuat 1001 Nama yang telah dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai Perisai dan Pengaman bagi orang yang berdoa dengan doa ini dari perkara dunia dan akhirat, juga (doa ini adalah) obat”.

Nabi Saw bersabda: “Wahai, Ali! Ajarilah keluargamu dan teman-temanmu dan doronglah mereka (agar berdoa) dengan doa ini dan jadikanlah perantaraan kepada Allah Ta’ala dengan Nama-nama-Nya dan mengenal terhadap nikmat-nikmat-Nya, dan haramkan atas mereka jika mengajarkan doa itu kepada orang musyrik. Karena sesungguhnya tidak ada hajat yang diminta kepada Allah selain bahwa Allah akan memberikan kepadanya dan menjaganya dari apa-apa yang ditakutinya”.

Nabi Saw bersabda: “Wahai, Ali! Saudaraku Jibril telah memberitahukan kepadaku tentang keutamaan doa ini, bahwa tidak ada yang mengetahui keutamaannya (dengan Haqq) selain Allah Ta’ala sendiri. Dan doa ini mengandung banyak khasiyat, sehingga kami meringkas penjelasannya karena khawatir memanjang-lebarkan. Maka, wahai orang yang memiliki hizib yang agung dan doa yang mustajab ini, berlaku atasmu bila engkau membacanya, (bahwa) walaupun setiap hari sekali, atau setiap Jum’at sekali, walaupun sekali tiap bulan, walaupun setiap tahun hanya sekali, dan sekalipun selama hidupmu hanya sekali: Jagalah dengan seksama. Karena sesungguhnya doa ini bermanfaat bagi orang yang membawanya atau membacanya dimanapun tempat yang dikehendakinya. Aku akan menuturkan kepadamu beberapa faedahnya ketika engkau membawanya dalam keadaan suci yang sempurna dan dengan niat yang tulus (bersih) dari keraguan. Karena sesungguhnya niat itu bermanfaat bagi yang memilikinya, sedangkan ikhlas lebih bermanfaat.

Doa ini bermanfaat untuk menguatkan rasa cinta-kasih, agar memudahkan dalam penerimaan sesuatu, untuk mengalahkan argumentasi lawan, untuk menghadapi hakim dan pemerintah, para sultan/pemimpin, para akuntan, untuk menghadapi musuh, untuk (keamanan) perjalanan siang dan malam, untuk menghindari sabetan pedang, tombak dan panah, untuk penyakit mata dan pandangan kabur, untuk membatalkan sihir, untuk melepaskan orang yang diikat, untuk melepaskan tawanan, dan melepaskan orang yang dipenjara. (Dan faedahnya lagi bagi) yang membaca doa ini dan membawanya akan dibebaskan dengan izin Allah Ta’ala. Juga untuk menghadapi ular kecil, kalajengking, ular besar, untuk menghindari anak panah, untuk menolak segala alat dari besi, untuk mendatangkan hajat, untuk orang hamil agar mudah melahirkan, untuk pengantin agar berseri-seri, untuk mencegah peluru, (dengan syarat) ketika membawanya dalam keadaan suci dan dengan niat yang tulus (bersih) dari keraguan.

BEDA TASAWUF DAN ILMU HIKMAH

1 PENGERTIAN ILMU HIKMAH
Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebatinan dengan metode zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantra berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari'at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain

2 PENGERTIAN TASAWUF
Yaitu bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 7).
Aslinya Tasawuf (yiatu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhi diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kelezatan, harta dan pangkat yang diburu banyak orang, dan menyendiri dari makhluk di dalam kholwat untuk beribadah (Lihat kitab Zhuhrul Islam IV-Halaman 151)

Adapun batasan tasawuf adalah : Maka berkata Junaed : yaitu bahwa kebenaran mematikanu dari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Dan dikatakan : Masuk pada segala ciptaan yang mulya dan keluar dari segala ciptaan yang hina. Dan dikatakan : Yaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia. Dan dikatakan : Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu. Dan dikatakan : Tasawuf itu dibangun atas 3 macam : (1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir (2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain (3) Meninggalkan mengatur dan memilih (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 4).

3 TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH
Dengan puasa, zikir/wirid, amalan, doa, membaca ayat-ayat Qur'an, dengan mantra, sya'ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain

4 TATA CARA MENGUASAI TASAWUF
Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kau tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta'ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).
Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah fasik (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).
Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari'ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari'ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari'ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari'ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri). Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah. Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang. Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma'rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).
Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat : (1) Derajat Awam (umumnya manusia) (2) Khowwash (3) Khowwasul Khowwash. Maka (1) ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang (2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia. (3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: "Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na'im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu" (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).

5 TUJUAN HIKMAH
Tujuannya masalah duniawi seperti kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerejekian dan lain-lain

6 TUJUAN TASAWWUF
Tujuannya adalah Ma'rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)

7 KEKUATAN LUAR BIASA
Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca idnera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma'nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (kontinyu) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Imam Ibnu 'A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna isqomahnya. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).
Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : "Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjuahi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari'at" (Lihat kitab Risalah Qusyayriyyah halaman 14 atau buku 40 Masalah Agama III halaman 38)
Sumber :
Kitab Iyqo-zhul Himam fii Syarhil Hikam cetakan dan terrbitan Al Haromain, Jeddah karangan Al 'Arif Billah Ahmad bin Muhammad bin 'Ajibah Al Husni.
40 Masalah Agama III, penerbit Pustaka Tarbiyah, karangan KH.Siradjuddin Abbas


ISMUL A'ZHOM
Ismul A'zhom adalah merupakan sebuah doa yang terdapat di dalamnya rangkaian dari beberapa Nama-Nama ALLAH yang indah (Asmaul Husna). Dan banyak ulama ahli hikmah yang menggunakan sarana doa Ismul A'zhom ini untuk tujuan keilmuhikmahan mereka, di antaranya untuk kekebalan atau keselamatan dari segala bencana dan kejahatan. Karena khasiat dari Ismul A'zhom adalah apabila berdoa pasti dijawab dan apabila meminta pasti diberikan oleh ALLAH SWT. Sedangkan bunyi dari doa Ismul A'zhom itu ada yang berasal dari Nabi Muhammad SAW langsung dan ada juga buatan para ulama.
Adapun menurut hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Baridah ra. dia berkata :
"Nabi SAW pernah mendengar seseorang berdoa yang mengucapkan, "Allaahumma inni as-aluka bi-annii asyhadu annaka antallaahu laa ilaaha illaa antal ahadush shomadul ladzii lam yalid walam yuulad walam yakullahuu kufuwan ahad." (artinya : Ya ALLAH sesungguhnya aku minta kepada-Mu dengan bahwa aku bersaksi bahwa Engkau adalah ALLAH yang tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang Maha Esa lagi Maha Tempat Meminta, yang tidak beranak dan tidak dilahirkan dan tidak ada yang menyamainya oleh sesuatu apapun).
Baridah ra. kembali berkata : "Nabi (kemudian) berkata, "Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh orang itu meminta kepada ALLAH dengan Ismul A'zhom (nama-Nya yang Agung), yang apabila dia berdoa dengan Ismul A'zhom tersebut maka ALLAH akan menjawabnya, dan apabila dia meminta dengan Ismul A'zhom tersebut maka ALLAH akan berikan".
(Hadits Riwayat Imam Abu Daud, Turmudzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah)
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Ismul A'zhom itu terdapat juga pada dua ayat Al Qur'an yaitu : Wa ilaahukum ilaahuwwaahid, laa ilaaha illaa huwarrohmaanurrohiim. Dan juga pada pembukaan surat Ali 'Imron yaitu : Alif Laaam Miiiim. Allaahu laa ilaaha ilaa huwal hayyul qoyyuum. Ada juga dalam ayat Kursyi serta doa Nabi Yunus as yaitu : Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin.


ISTILAH-ISTILAH DAN DALIL DALAM ILMU HIKMAH
Dalil-dalil berikut ini kami ambil dari beberapa sumber yang kami miliki seperti Al Qur'an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror dan lain-lain.

1 KHASIAT ZIKIR
• PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR. Sesungguhnya ALLAH berfirman, "Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku" (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh)
• TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH. ALLAH berfirman, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONII". Artinya : "Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku"
• ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS). Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR. Bukhori dan Muslim)
2 MA'UNAH
• MA'UNAH BAGI MANUSIA. Sesungguhnya ALLAH akan menurunkan MA'UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya) (HR. Ibnu 'Adi dari Abu Hurioiroh)
• HAKIKAT MINTA TOLONG. Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (Surat Al Fatihah ayat 5)
• TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH. Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat (Surat Al Baqoroh ayat 45)
• BANTUAN MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)
• PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH. Nabi SAW bersabda, "TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH". Artinya : "Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah" (Hadits Muttafaq 'Alayhi)
3 DOA'
• DOA MENOLAK TAKDIR. Sesungguhnya seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang meinpanya, tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat baik (HR. Ibnu Hiban dari Tsauban)
• MENOLONG DENGAN DOA. Doanya orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak mengetahuinya akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka berkatalah malaikat itu : "AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti tu" (HR. Ahmad dari Abu Darda')
• DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN. Takutlah terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH (HR. Turmudzi)
4 RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)
• BISA MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA. Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik." (Ibnu HIbban)
• JAMPI YANG BERMANFAAT. Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit 'Ain (mata jahat) dan keracunan (HR. Abu Daud)
• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit 'Ain, keracunan dan kesemutan" (HR. Imam Muslim dari Anas)
• MANTRA SUCI. Dari Abu Sa'id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu berkata, "Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu". Nabi menjawab, "Ya". Lalu Jibril as berkata, "Dengan nama ALLAH aku menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu (HR. Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)
• JAMPI YANG BERMANFAAT. Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah jampi-jampi itu baik?" Nabi menjawab, "Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa" (HR. Abu Daud)
• BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT. 'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking" (HR. Ibnu Majah)
• JAMPI ATAU MANTRA BOLEH ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI'AT. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, "Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, "Apakah ada orang yang menjampinya?. Maka sahabat menjawab, "Sesungguhnya keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular, maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut." Nabi bersabda, "Panggillah 'Umaroh bin Hazm !" Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, "Tidak apa-apa jampi-jampinya". Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya. (HR. Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)
5 AZIMAT, RAJAH, WIFIQ
• AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR'AN. Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al Qur'an untuk penyakit 'Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, "Tidak apa-apa menulis Al Qur'an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit". Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau menyuruh menulis 2 ayat Al Qur'an untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan berkata Ayub, "Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan sebagian dari Al Qur'an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit" (Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)
• KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA. Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku" (Surat Yusuf ayat 93)
• ULAMA MEMBOLEHKAN. Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, "Jikalau Al Qur'an ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana kemudian membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan tersebut oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza'i : ' Tidak apa-apa dengannya' . Tapi An Naha'i memakruhkannya". Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,"Jika menulis Al Qur'an di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya". Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur'an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang karena menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67)
• MEDIANYA HARUS HALAL. Imam Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur'an untuk orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media/bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulisnya dengan selain Al Qur'an seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda, karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi (media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal membolak-balikkan huruf Al Qur'an. (Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof)
6 SIHIR
• PENGERTIAN SIHIR. Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas yaitu ketika Nabi SAW sakit seolah mendatangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahu oleh Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan berupa tali yang disimpul-simpulkan. 'Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW pernah disihir sehingga beliau sungguh berkhayal bahwa dirinya mendatangi istri-istrinya padahal beliau tidak mendatangi istri-istri beliau." (HR. Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad). Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100)
7 TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI
• SARANA AIR DAN GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW solat, ketika sujud beliau disengat oleh kalajengking pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan beliau berkata, "Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan selainnya". Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu beliau memulai meletakkan air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang" (Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141)
• SARANA TANAH. Dari 'Aisyah ra dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya bisul/kudis atau luka, maka beliau berkata dengan jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan beliau berkata, "Dengan Nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami." (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
8 TIUPAN KE BENDA MATI
• TIUPAN KE TUBUH. Dari 'Aisyah dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau meniup kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap bagian tubuh mana saja yang tangannya sampai." (HR. Imam Bukhori dan Muslim)
9 ISTIKHDAM (BANTUAN MAKHLUK)
• KHODDAM MALAIKAT. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda (Surat Ali Imron ayat 125)
• KHODDAM JIN. ALLAH berfirman, "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (Al Qur'an surat An Naml ayat 17)
• HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Surat Al Jin ayat 6)
10 JUMLAH WIRID / ZIKIR
• SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS. Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR. Bukhori dan Muslim)
• DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga mencintai yang berjumlah ganjil."
• DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN. Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, "Apabila kamu mengadu sakit, maka letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, "Dengan Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini", kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil" (HR. Imam Turmudzi)

11 IKHLAS
• IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH. Katakanlah, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesat alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya". (Surat Al An'am ayat 162-163)
• AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS. Diriwayatkan dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidaklah menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara ikhlas dan yang dicari adalah wajah ALLAH." (HR.An Nasa-i)
• IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA. Sesungguhnya ALLAH Ta'ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH. (HR. Bukhori dan Muslim)
12 KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT, ILMU SABDA (sekali ucap langsung nyata)
• FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH. Nabi SAW bersabda, "ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI". Artinya : "Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu'min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH" (HR. Turmudzi)
• PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT. Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk". (HR. Bayhaqy)
13 UPAH JASA HIKMAH
• BOLEH MINTA UPAH. Abu 'Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dia berkata: "Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan 30 pengendara. Maka turunlah kami di suatu kaum orang Arab lalu kami minta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka. Maka mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada seseorang yang bisa menjampi dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan : Ya, aku. Akan tetapi aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan kami sesuatu. Mereka menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa'id berkata maka aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL 'AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x atas sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam seekor kambing, disodorkanlah kepada kami. darinya. Lalu kami manahan diri sehingga mendatangi Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu kepada beliau. Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahwa Al Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu."
• BOLEH AMBIL UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR'AN. Seorang sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi 'Alayhis Sholaatu was Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH. (HR. Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu 'Abbas ra)
• UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR'AN. Abu Nu'aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, "Telah besabda Nabi 'Alayhis Sholatu was Salam, 'Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur'an, maka demikian itu bagiannya dari Al Qur'an.'"
• IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH. Para Imam Madzhab yang 3 dan sebagian Ulama' Madzhab Hanafi dari golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas) tentang mengambil upah.
• TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH. Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly : Tidak boleh mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari Al Qur'an, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir, hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, BOLEH. Seperti itu juga (membolehkan upah) pendapat Imam Syafi'i, Nashir, 'Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA'ALA merahmati mereka)
(Ketiga hadits dan pendapat ulama tersebut dapat dilihat di kitab Khozinatul Asror halaman 64)




HIPER METAFISIK
Manusia terlahir dengan kondisi yang selemah-lemahnya mahluk. Ia harus mendapatkan perlakuan yang mendukung perkembangan secara fisik maupun mental untuk siap menghadapi tantangan hidup di depannya.

Perlakuan fisik dengan melengkapi kebutuhan akan gizi dan perawatan kesehatan insya Allah akan menjadikan manusia kecil tadi tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya manusia dewasa yang sehat. Orang tua melengkapi dengan pendidikan yang baik, tentu saja dengan harapan dirinya kelak akan berhasil dalam kehidupan di dunia nyata ini. Ungkapan tersebut banyak ditemukan dalam literatur yang beredar saat ini.

Namun dari segi mental spiritual (non fisik) kita tidak banyak mengetahuinya. Banyak hal yang kita lakukan untuk keperluan mental spiritual hanya sebagai sebuah wacana dan tradisi budaya maupun kepercayaan yang bersifat kebiasaan atau turun temurun. Padahal pada kenyataannya kita tidak mengetahui apa yang ada dan terjadi pada diri kita secara spiritual, dikarenakan keterbatasan kita akan pengetahuan spiritual itu sendiri. Diantaranya kita tidak mengetahui berapa besar rintangan yang kelak kita hadapi, yang timbul dari diri sendiri maupun dari luar diri sebagai manusia, berapa besar keberuntungan diri, seberapa mampu kita menguasai ataupun menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, manajemen dan lain sebagainya. Kita dituntut untuk lebih menggunakan rasio dan agak di tabukan membicarakan sisi mental dan spirirtual secara terbuka.


Seiring dengan perkembangan rasio, dalam rangka meraih keberhasilan sering kita dengar kalimat "tergantung seberapa besar usaha kita secara pribadi untuk memperolehnya". Sebuah keseriusan dalam bentuk usaha keras terus menerus yang harus diiringi dengan keserasian fisik serta mental dalam pelaksanaannya. Keduanya secara seiring akan terus teruji hingga akhir hayat kita. Banyak sudah contoh yang kita lihat di dunia ini tentang kehebatan fisik dan mental seorang anak manusia dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Sebut saja seorang Nelson Mandela, seorang anak manusia yang demikian tegarnya menghadapi deraan hidup lahir batin, dipenjara selama 27 tahun, yang pada akhirnya menjadi seorang presiden di negaranya, Afrika Selatan. Ayattullah Ruhullaah Khomeini, berhasil menjadi pemimpin yang dicintai di negaranya Iran setelah sekian lama hidup dalam pengasingan. Bunda Theresa yang mencurahkan semua kemampuan lahir batinnya (seorang diri) kepada kaum papa hingga akhir hayatnya. Ketiganya menjadi tokoh dunia yang sangat dikenal dan menjadi sebagian contoh yang menunjukkan kehebatan manusia secara fisik maupun mental secara bersamaan.

Hal ini menarik untuk dikaji mengingat banyak pula kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Peperangan yang mengakibatkan banyak korban manusia, penindasan satu terhadap lainnya, kebenaran yang diputar balikkan, dan sebaliknya yang salah terlihat benar. Hitler, Polpot, dan Westterling adalah sebagian tokoh diantara sekian banyak tokoh penghacur nilai-nilai kemanusiaan. Perbuatan mereka merupakan contoh masalah yang terjadi pada manusia dan kemanusiaan yang dilakukan oleh manusia sendiri. Masalah yang sangat memprihatinkan, karena pada kenyataannya berakibat langsung kepada manusia baik secara pribadi, bangsa, negara, hingga ke tingkat internasional. Hal ini pada kenyataannya masih terjadi hingga saat ini. Mengapa hal ini terjadi? Mari kita renungkan bersama !.

KUALITAS JATIDIRI MANUSIA
HMA Bijak Bestari melihat fenomena tersebut di atas sebagai sebuah tantangan kemanusiaan. Apa penyebabnya dan apa pula jalan keluarnya?
Melalui sebuah keilmuan yang diberinya nama Hiper Metafisik, HMA Bijak Bestari secara terus menerus meneliti dan mengkaji hingga menemukan bahwa " secara fisik manusia lahir setara, namun yang membedakan adalah kualitas jati diri (kualitas Ruhani), yaitu segala karakter dan kemampuan-kemampuan potensial ruhani yang ada di dalam diri setiap manusia". Kualitas jati diri adalah sebuah parameter yang menunjukan kualitas diri seorang manusia diukur dari segala aspek kehidupannya baik secara harizontal maupun vertikal dalam waktu tertentu. Kualitas jati dirilah yang menentukan secara mutlak mengenai baik buruk, berhasil atau tidak berhasil, seluruh kualitas hidup dan kehidupan seorang menusia di dunia nyata ini.


HIPER METAFISIK
Seperti telah diutarakan di atas bahwa kualitas jati diri manusia yang berbeda menjadikan manusia memiliki karakter yang juga beragam, tingkat kemampuan pribadi (kecerdasan, kendali emosi, keakuan, keberuntungan dll), hingga potensi tingkat keberhasilan yang berbeda pula. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya kita mengetahui, meningkatkan dan memaksimalkan kualitas jati diri ketingkat yang setinggi-tingginya . Namun bagaimana caranya ? Pada hal bagi kebanyakkan kita hal ini bahkan tak terfikirkan. Bagaimana pula kita menilai sebuah contoh fenomena berikut ini? Ada seseorang yang berpotensi dasar menjadi seorang presiden, tetapi terhenti hanya di tingkat gubernur, berpotensi menjadi seorang profesor namun terhenti pada tingkat sarjana (S1) saja. Mengapa demikian ? Apa rintangannya ? Sulit disimpulkan melalui akal sehat saja, apabila ternyata usaha yang telah dilakukannya sudah maksimal.

Hiper Metafisik dapat menyimpulkan bahwa "setiap manusia diberi kemampuan potensial yang luar biasa oleh Allah". Namun pada kenyataannya potensi tersebut belum banyak tergali, termasuk didalamnya kemampuan untuk mengetahui kualitas jati diri sendiri, potensi apa yang dimiliki, sejauh mana keberhasilan yang dapat kita peroleh dan kemampuan untuk meningkatkan keberhasilan itu sendiri.

Keilmuan hiper metafisik menemukan cara mengenali kualitas jati diri, kemampuan diri,dan kemungkinan tertinggi keberhasilan yang dapat diperoleh seseorang. Bagaimanakah cara tersebut ? untuk itu marilah kita telaah terlebih dahulu mengenai keilmuan Hiper Metafisik itu sendiri.

Hiper Metafisik terdiri atas kata Hiper yang berarti suatu keadaan yang amat luar biasa, Meta; sesuatu yang tak kasat mata manusia biasa, fisik; wujud dan pernyataan keberadaan. Sehingga secara bebas hiper metafisik berarti suatu keadaan yang amat sangat luar biasa, yang tak tampak oleh mata manusia biasa, namun nyata keberadaannya.

Inti keilmuan hiper metafisik adalah bagaimana cara mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta, yang didalamnya antara lain adalah memerangi diri sendiri, menyadari diri sendiri,dan apa tujuan akhir hidup kita ini.
Pengetahuan Hiper Metafisik juga membahas tentang manusia dan alam ciptaan-Nya, serta eksistensi-Nya. Baiklah, mari kita bahas mengenai alam ciptaan-Nya terlebih dahulu.

MANUSIA HIPER METAFISIK
Secara Fisik manusia mempunyai kualitas yang sama, Dimensi Alam 3. Sedangkan kenyataannya dimensi alam rata-rata manusia bumi saat ini masih berada pada kualitas dimensi Alam 7. Kualitas yang dapat kita lihat dari tingkah laku dan tingkatan problematika global yang ada saat ini. Idealnya manusia bumi berada pada kualitas dimensi alam 43, bahkan ada manusia yang mencapai kualitas Dimensi Alam 90.

Berlatih hiper metafisik dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus serta menjaga kualitas kehidupan sehari-hari (berusaha selalu positif) akan secara otomatis meningkatkan kualitas jati diri seseorang. Keduanya, bidang duniawi dan spiritual sebaiknya berjalan seiring (seimbang). Perlu juga diingat bahwa tidaklah mutlak bagi seseorang untuk mengembangkan kualitas jati dirinya dari hanya segi spiritual saja. Pengembangan kualitas jati diri dapat pula dilakukan dengan menjadi ahli dibidangnya dengan tingkat sehebat-hebatnya.
Lalu apakah ada manusia yang bukan dari kalangan spiritual dapat mencapai kualitas dimensi alam yang tinggi? Jawabannya adalah mutlak dapat dicapai, karena kualitas jatidiri yang tinggi dapat diraih dengan usaha-usaha yang bermanfaat positif untuk kehidupan manusia banyak dan lingkungannya.

Contoh-contoh manusia berkelas dunia yang berkualitas jatidiri Hiper Metafisik antara lain : Ir. Soekarno, Bunda Theresa, Bill Clinton, Stephen Hawking, Albert Einstein, Ayattullah Khomaini dll.
Bagaimana pulakah manusia yang berkualitas jati diri rendah namun sangat besar pengaruhnya. Umumnya keunggulan mereka adalah pada sisi power non phisik seperti contoh ; Hitler, Marlin Monroe, Pol Pot, Westerling dll.

Tanda-tanda seseorang yang sudah meraih Dimensi Alam Hiper Metafisik tersebut diantaranya merasakan ketenangan di dalam diri, memiliki kesabaran yang tinggi dan kendali emosi yang semakin baik, memiliki kemampuan berkonsentrasi semakin baik, usaha-uasaha bersifat duniawi (ekonomi maupun karir) semakin lancar, memiliki rasa damai dengan sesama kapan dan dimanapun, mudah membina hubungan baik dengan banyak orang serta meraih kondisi kesehatan yang semakin baik.

Jika seseorang sudah merasakan tanda-tanda tersebut di atas, dan berlatih metode getaran dengan berdzikir lebih lanjut, maka orang tersebut memiliki kemampuan-kemampuan Hiper Metafisik a.l. : dapat memelihara kesehatannya sendiri bahkan dapat menolong menyembuhkan orang lain dari penyakit-penyakit medis/non-medis, kemampuan memberikan pertolongan penyelesaian atas permasalahan-permasalahan kehidupan manusia baik bersifat pribadi, keluarga maupun masyarakat, bahkan mempunyai kemampuan untuk memberikan pertolongan penyelesaian atas permasalahan-permasalahan kehidupan manusia dalam skup nasional dan Internasional.

LATIHAN HIPER METAFISIK
Hiper metafisik menawarkan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas jati diri pribadi maupun memaksimalkan potensi pribadi, antara lain :
1. Metode berdzikir atau berdo'a yang diulang-ulang
2. Metode getaran
3. Metode pernafasan

- Metode berdzikir atau berdo'a dalam berlatih hiper metafisik menggunakan kalimat atau bacaan yang umumnya telah dikenal.
-Metode getaran memiliki keunggulan lebih kurang 14 kali lipat dari metode biasa lainnya, karena terdapat pola resonansi (ikut bergetar) fisik terhadap kalbu.
¨ Metode pernafasan diperkenalkan dengan metode tahan nafas baik dengan getaran maupun tanpa getaran.

Ilmu Kebal adalah suatu ilmu yang bersifat melindungi diri yang memilikinya dari segala serangan yang nyata ataupun yang tak terlihat. Ilmu kebal ada yang melindungi daerah sekitar tubuh, ada juga yang melindungi kulit atau rambut.
Berdasar tujuan, ilmu kebal terbagi dua, yaitu:

1. Ilmu Kebal Defensif: yaitu ilmu kebal yang hanya bereaksi di saat diserang musuh atau di saat dibutuhkan. Tidak dapat dibuat permainan. Umpamanya jika suatu saat diserang musuh yang membawa senjata tajam atau senjata api. Serangan senjata tajam atau api tidak akan melukai kulit, atau tidak mengenai sasaran sama sekali. Atau yang menyerang akan terpental. Pemilik ilmu kebal defensif ini dituntut untuk yakin dan bersabar. Meyakini diri mempunyai ilmu kebal, akan membangkitkan ilmu kebal itu sendiri. Dan sebaliknya jika tidak yakin, ilmu kebal defensif tidak akan datang. Ilmu kebal defensif ini bisa juga ditest keberadaanya dengan cara membacok tangan sendiri. Semakin yakin membacoknya, maka semakin berfungsi ilmu tersebut. Tetapi jika ragu-ragu, malah justru terluka.
2. Ilmu Kebal Agressif, yaitu ilmu kebal yang hanya dipakai dalam demonstrasi saja. Tidak bisa dipakai untuk keselamatan. Kekuatannya memang tampak mengagumkan. Seperti disilet tidak terluka dan lain-lain. Tapi ilmu ini memang hanya untuk permainan, tidak dapat diandalkan untuk keselamatan diri. Beda halnya dengan Ilmu Kebal Defensif.
Di dalam ilmu hikmah, para kyai dan ustadz hanya mengajarkan ilmu kebal defensif, karena jika diajarkan ilmu kebal agressif bisa membuat orang menjadi sombong. Ilmu kebal agressif semacam Debus, banyak dipelajari oleh para pemain akrobat atau seni atraksi.
Tetapi sangat disayangkan sekali, adanya kebanyakan orang yang hanya tertarik dengan ilmu kebal Agressif. Dikarenakan bisa langsung dibuktikan. Pandangan seperti ini justru membahayakan bagi diri sendiri. Yang dituju dari ilmu kebal adalah keselamatan, bukan permainan.
Dalam Majlis Ta'lim dan Majlis Dzikir TAQORRUBAN ini hanya diajarkan ilmu Kebal Defensif saja. Dengan keyakinan dan keikhlasan serta kesabaran terhadap diri sendiri dan terhadap doanya kepada ALLAH, Insya ALLAH, kita akan selamat di dunia dan di akhirat. Aamiin.
PUSTAKA ILMU KEBAL
Anda ingin memiliki kemampuan kebal dari segala jenis senjata tajam? Miliki tekniknya :
Klik di daftar teknik ini untuk mengaksesnya :
• TEKNIK 1 - Dengan zikir YA QOWIYYU YA MATIIN
• TEKNIK 2 - Dengan zikir 1 Menit
• TEKNIK 3 - Dengan Asma Sembilan
• TEKNIK 4 - Dengan Baju Besi
• TEKNIK 5 - Dengan Ajian Peluru Laksana Air
• TEKNIK 6 - Dengan Puasa 1 HarI 1 Malam
• TEKNIK 7 - Dengan Kebal Bacok/Iris
• TEKNIK 8 - Dengan Mantra Daya Waja
• TEKNIK 9 - Dengan Solawat
• TEKNIK 10 - Dengan 2 Surat Alam
• TEKNIK 11 - Ajian Pupuh Bayu
• TEKNIK 12 - Dengan SInar Gaib
• TEKNIK 13 - Ajian Kumayang Jati
• TEKNIK 14 - Dengan ZIkir ALLAH

KHOWARIQ LIL 'ADAH

Khowariq Lil 'Adah adalah suatu keluarbiasaan pada beberapa makhluk yang diberikan oleh ALLAH SWT. Dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu yang bersifat baik dan yang bersifat tidak baik. Keduanya tetap diciptakan oleh ALLAH SWT. Tetapi makhluk-Nya yang mengolahnya atau memilihnya. ALLAH hanya memberitahu yang baik dan yang tidak baik. Makhluk-Nya tinggal memilih. Jika dipilih yang baik, maka dia mengikuti taqdir baik, dan sebaliknya jika dipilih yang buruk, maka dia mengikuti taqdir buruknya. Dan kadang makhluk harus mengikuti kehendak ALLAH SWT tanpa ada tawar menawar lagi, seperti taqdir seseorang harus lahir sebagai orang Indonesia, tidak bisa memilih lahir sebagai warga negara lain. Atau seseorang harus menerima mushibah yang datang, maka orang itu tidak bisa menghindarinya. Kejadian dari taqdir yang tidak bisa dipilih adalah merupakan rahasia ALLAH yang dapat diambil hikmah yang terpendam di dalamnya. Mungkin taqdir seperti itu bersifat ujian, teguran atau hukuman bagi orang tersebut.Contoh Khowariq Lil 'Adah adalah :

1. Mu'jizat, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan Rasul, seperti tongkat bisa berubah jadi ular bagi Nabi Musa as, keluar air dari jari-jari Nabi Muhammad SAW dll
2. Karomah, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para sahabat Nabi dan para waliyyullah, seperti bisa terbang di udara, mengubah buah menjadi emas, tahan lapar berhari-hari, ditakuti setan seperti karomah Sayyidina Umar bin Khoththob ra dan lain-lain
3. Ma'unah, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang soleh, banyak berbuat kebaikan dibanding keburukannya. Seperti lolos dari kejaran musuh, ditabrak mobil tidak luka, kebal di saat diserang musuh dll. Ilmu hikmah masuk dalam kategori ini.
4. Istidroj, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang banyak berbuat dosa atau kepada orang non muslim (kafir). Seperti punya kekuatan jin, meramal dengan hitungan atau dengan bantuan jin, istikhdam (minta bantuan jin), zodiak (ilmu nujum/perbintangan), azimat, tangkal, tathoyyur (meramal dengan burung), meramal dengan bulan safar, ruqyah (mantra), santet, sihir dengan kekuatan diri sendiri dan sihir dengan bantuan jin dan lain-lain
5. Irhas, keajaiban yang ALLAH berikan hanya pada anak kecil, seperti pada Nabi Isa Al Masih yang bisa berbicara di saat masih bayi
Adapun Khowariq Lil 'Adah yang dibolehkan adalah harus meliputi 3 syarat :
1. Sumbernya dari hal yang dibolehkan oleh agama Islam, seperti dari Al Qur'an, Doa, Dzikir, Hizib, Rotib, Solawat dan lain-lain
2. Caranya tidak bertentangan dengan agama Islam, seperti dengan membaca Al Qur'an, membaca amalan wirid, pernafasan tenaga dalam dan lain-lain
3. Tujuannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti untuk membantu orang lain, mendoakan baik, dan lain-lain
Adapun tentang meramal, hukumnya haram dan mempercayainya haram juga dan dosanya seperti mendustai Nabi Muhammad SAW. Ilmu meramal dapat berbentuk zodiak (ilmu nujum/perbintangan), ilmu falak, meramal nasib dengan bantuan jin, meramal dengan indera ke enam, meramal masa lalu, sekarang dan masa akan datang dengan berbagai cara.
Adapun Firasat orang beriman adalah anugerah ALLAH, dan biasanya selalu tepat dikarenakan firasat seorang yang beriman melihatnya dengan Nur ALLAH (cahaya ALLAH). Dan ini beda dengan meramal. Dan firasat ini tidak boleh digunakan untuk meramal. Karena biasanya firasat akan datang tanpa diundang. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ittaquu firoosatal Mu'min, fa innahu yanzhuru binuurillah", artinya, "Takutlah kamu kepada firasatnya orang mu'min, karena dia melihat dengan Nur ALLAH".
Adapun azimat/tangkal sebagian ulama mengharamkannya sedangkan lainnya membolehkan atau memakruhkannya. Yang mengharamkannya beranggapan azimat itu termasuk syirik. Dan yang membolehkan atau memakruhkannya beranggapan syirik itu tergantung keyakinannya. Jika meyakini bahwa azimat itu tidak ada kekuatannya kecuali ALLAH yang memberi maka ini tidak menyebabkan syirik. Adapun azimat atau benda yang bisa dibuktikan memiliki kekuatan atau khasiat seperti buah-buahan yang berkhasiat mengobati penyakit, obat yang menyembuhkan atau benda-benda yang menurut hasil foto kamera Kirlian memiliki kekuatan gaib atau aura adalah sama dengan azimat yang memang dibuat oleh tangan manusia. Jika benda semacam itu diyakini memiliki kekuatan tanpa pemberian dari ALLAH, maka ini yang disebut syirik. Meyakini adanya sesuatu tanpa penciptaan ALLAH dahulu, berarti meyakini ada yang sebanding atau lebih tinggi dari ALLAH. Jadi obat, azimat, buah dan lainnya tidaklah memiliki kekuatan, baik kekuatan gaib atau kekuatan yang masuk akal sekalipun, kecuali atas kehendak ALLAH. Bukti menyebutkan bahwa kalau sakit kepala tidak mungkin orang minum Promaag (obat sakit maag). Dan bukti juga menyebutkan bahwa banyak yang minum obat dari dokter yang juga tidak bisa menyembuhkan sakitnya. Ini bukti kalimah LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari ALLAH SWT.
Adapun berkah memang ada. Dan berkah itu adalah sesuatu yang bermanfaat yang ada pada suatu benda, misalnya pada makanan. Makanan yang baik dan berkah membuat tubuh sehat. Dan berkah juga bisa akibat adanya bacaan ayat Al Aqur'an, doa-doa atau zikir-zikir yang dibaca. Seperti ketika istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah, sakit, Nabi membacakan ayat Al Qur'an lalu mengoleskan ludahnya ke bagian yang sakit di tubuh istrinya, Aisyah. Begitu sebaliknya ketika Nabi Muhammad SAW sakit, Aisyah yang membaca ayat Al Qur'annya lalu mengoleskan ludahnya ke tubuh Nabi. Karena itu banyak ulama ahli hikmah dan kebanyakan Nahdliyyiin sering membaca surat Yasin dan meniupkannya ke air untuk diminumkan dan diniatkan untuk keperluannya


Cari Hari Lahir:
- Hanya diketahui dari Tahun 1904 ke atas
- Untuk tahun 1904 s/d 1999, ambil dua digit dari sebelah kanan
- Untuk tahun 2000-2099 ke atas, ambil dua digit dari kanan ditambah 100
- Untuk tahun 2100-2199 ke atas, ambil dua digit dari kanan ditambah 200. Begitu seterusnya ditambah kelipatan 100 untuk tiap abad berikutnya
BULAN TAHUN BUKAN KABISAT TAHUN KABISAT
JANUARI 6 0
FEBRUARI 3 4
MARET 3 3
APRIL 0 0
MEI 5 5
JUNI 2 2
JULI 0 0
AGUSTUS 4 4
SEPTEMBER 1 1
OKTOBER 6 6
NOPEMBER 3 3
DESEMBER 1 1
RUMUS DAN CONTOH :
Contoh : Tanggal lahir 17 Agustus 1945 dan 2 Februari 2000
• Ambil dua digit sebelah kanan dari tahun. Tambahkan 100 jika tahunnya 2000. Contoh : Jika tahun kelahirannya tahun 1945, maka ambil angka 45. Jika tahun 2000, ambil 0 ditambah 100.
• Angka yang diambil tersebut dibagi 4. Sisanya dibuang. Jika sisanya 0, maka tahun tersebut adalah tahun kabisat (gunakan Tabel Tahun Kabisat di atas). Contoh : 45 : 4 = 11 sisa 1 (bukan Kabisat). Untuk tahun 2000 (angka digit yang diambil adalah 0+100=100), maka 100 : 4 = 25 (Kabisat)
• Sisa pembagian tersebut ditambahkan dua digit tahunnya. Maka menjadi 11 + 45 = 56. Dan 25 + 100 = 125
• Lalu hasilnya ditambahkan tanggal kelahirannya. Menjadi 56 + 17 = 73 dan 125 + 2 = 127
• Lalu hasilnya dikurangi dengan kode bulannya. 1945 bukan kabisat, maka pakai tabel Tahun Bukan Kabisat. Jadi Agustus mempunyai kode 4 sedangkan tahun 2000 gunakan Tabel Tahun Kabisat maka Februari kodenya 4. Lengkapnya, 73 - 4 = 69 dan 127 - 4= 123
• Hasilnya dibagi 7. Menjadi 69 : 7 = 9 sisa 6. Dan 123 : 7 = 17 sisa 4
• Lihat sisa pembagian masing-masing yang menunjukkan kode hari kelahirannya dan cocokkan dengan keterangan di bawah ini :
• Sisa 1 = MINGGU
Sisa 2 = SENIN
Sisa 3 = SELASA
Sisa 4 = RABU
Sisa 5 = KAMIS
Sisa 6 = JUM'AT
Sisa 0 = SABTU
• Jadi yang lahir tanggal 17 Agustus 1945, maka hari lahirnya Jum'at dan yang lahirnya 2 Februari 2000 maka hari lahirnya Rabu
Contoh lain : Tanggal 10 Nopember 2000
2000 = Ambil 0 tambah 100 jadi 100
100 : 4 = 25 sisa 0 (Kabisat)
100 + 25 = 125
125 + 10 = 135 (Tambahkan tanggal)
135 - 3 = 132 (Dikurangi kode bulan)
132 : 7 = 18 sisa 6
6 menunjukkan hari Jum'at
Contoh Lain : Tanggal 17 Agustus 1999
1999 = Ambil 99
99 : 4 = 24 sisa 3 (Bukan Kabisat)
99 + 24 = 123
123 + 17 = 140 (Tambahkan tanggal)
140 - 4 = 136 (Dikurangi kode bulan)
136 : 7 = 19 sisa 3
3 menunjukkan hari Selasa

SYARAT MENGUASAI ILMU HIKMAH SECARA UMUM
1. Beragama Islam
2. Berkeyakinan bahwa ilmu hikmah ada dan dapat dikuasainya
3. Berbaik sangka kepada diri sendiri, kepada ALLAH dan kepada ilmu hikmah itu sendiri bahwa kita harus yakin bisa, yakin ALLAH memberi dan yakin ilmu hikmahnya berguna bagi dirinya
4. Melakukan tirakatan berupa berpuasa jika diharuskan berpuasa, konsentrasi, wiridan/membaca amalannya dengan waktu dan jumlah yang ditentukan. Semakin diwirid, ilmu hikmah semakin mendarah daging hingga ALLAH SWT mudah memberi apa yang kita minta. Pepatah mengatakan, "Setiap wirid pasti ada warid (hasil)". Ketentuan puasa dengan mensyaratkan makanan tertentu hukumnya tidak wajib, sekedar menahan nafsu duniawi dari kebiasaan selama ini, sebagaimana diterangkan dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaylani yang menetapkan murid-muridnya untuk tidak makan daging sebelum sempurna jadi waliyyullah
5. Bila ditransfer ilmu oleh Guru Hikmah, harus diyakini telah masuk ke tubuh anda dan itu bersifat pembangkit. Dan tajamnya ilmu bergantung wiridan atau amalan yang sering dibaca. Ibarat Guru Hikmah hanya memberi pisau tumpul atau tajam, maka akan menjadi atau semakin tajam pisau tersebut jika diasah. Jika tanpa ditransfer oleh Guru Hikmah, ilmu hikmah bisa bangkit tapi lama atau tergantung keberuntungannya masing-masing orang, tetapi jika ditransfer maka akan mempercepat proses bangkitnya suatu ilmu di diri orang tersebut
6. Ilmu Hikmah bersumber dari ajaran Islam atau dari amalan Ulama' Hikmah
7. Ilmu Hikmah akan bermanfaat jika dilakukan untuk kebaikan, tidak untuk kesombongan atau pamer. Atau sok pahlawan
8. Ilmu Hikmah masih tetap ada atau masih bagus dayanya di tubuh orang selama dia menjauhi Minum minuman keras, maling, berzina besar, kafir, memakai narkoba, syirik, main judi
9. Ilmu Hikmah tidak semuanya dapat didemonstrasikan karena sifatnya defensif atau jaga diri atau datang ketika dibutuhkan
10. Ilmu Hikmah bermanfaat jika digunakan untuk keseriusan bukan coba-coba
11. Ilmu Hikmah, mantera dan sejenisnya adalah sarana, atau doa, atau sugesti keyakinan diri dan bukan Tuhan.Dan sarana harus suci dan halal, tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam

PERINGATAN :
Berhubung banyaknya paranormal di zaman sekarang ini, maka bagi anda kaum muslimin muslimat harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Apakah paranormal tersebut benar akidah, syari'at dan akhlaknya? Jika tidak, jangan ikuti atau jangan konsultasi dengannya
Apakah paranormal tersebut menggunakan bantuan jin (istikhdam) ? Jika, ya jangan konsultasi kepadanya. Karena jin tukang tipu. Jika menggunakan kekuatan doa, maka boleh diminta bantuannya
2. Apakah paranormal tersebut suka meramal, entah dengan cara melihat nama, tanggal lahir, kuku, garis tangan, aura, getaran atau lainnya. Jika ya, haram anda mempercayainya dan menghadiahkan sesuatu sebagai imbalan ramalannya. Tapi jika paranormal tersebut dipercaya memiliki firasat bathin yang suci dari Nur ALLAH, seperti ulama yang solih dan waro' (hati-hati dalam beramal), maka ini boleh dijadikan bahan masukan agar bersikap hati-hati. Tetapi jangan dipercaya juga. Karena yang mengetahui masa depan adalah ALLAH SWT. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak bisa mengetahui masa depan kecuali ALLAH SWT yang memberi tahu
3. Apakah ilmu paranormal tersebut bersumber dari yang baik, caranya baik dan tujuannya baik? Jika ya, boleh diikuti, karena banyak paranormal yang memiliki ilmu yang berkhoddamkan jin, bukan malaikat
4. Jika anda belajar ilmu gaib, niatkan amalannya karena ALLAH SWT saja, ikhlas, jangan semata-mata buat ilmu gaibnya, karena justru akan menimbulkan khoddam jin, entah jin muslim atau bukan. Jin muslim pun seperti manusia muslim juga, banyak yang tukang tipu
5. Jadikan amalan dan sarana yang diberikan hanya sebatas sarana dan makhluk saja, jangan dianggap sebanding dengan Tuhan. Tetapi ALLAH berhak dan boleh jadi memberi kekuatan Khowariq lil 'Adah (kekuatan di luar kebiasan) kepada makhluk-Nya
6. Awas, anda bisa terpengaruh dengan atraksi atau demo ilmu mereka, seperti diiris silet, tusuk jarum, jalan di atas api, pecahkan pantat botol, makan silet, makan beling, disiram air keras dan lain-lain. Semua demo atau atraksi mereka sekitar 99% adalah trik saja, bukan karena ilmu mereka. Dapatkan rahasia trik mereka dengan klik DI SINI
Bagi para peminat ilmu hikmah kami, sebelumnya lihat link kami di kiri atas halaman utama ini yaitu : Syarat Ilmu Hikmah, Khowariq Lil 'Adah, Ismul A'zhom dan Ilmu Kebal agar anda paham dulu sebelum memiliki ilmu hikmah dari kami. Ringkasnya, kekuatan ilmu hikmah kami bersumber dari ALLAH, karena itu perhatikan firman ALLAH dalam hadits Qudsi, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONI". Artinya : "Aku tergantung sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya jika dia mengingat-Ku".
Adapun paket ilmu-ilmu kejawen (versi jawa), versi luar negeri (non muslim) di BLOG kami hanya sebagai pengetahuan saja. Ambil baiknya, pisahkan buruknya. Wassalam...!!

Rasulullah SAW Bersabda :
TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH. Artinya : Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH di saat senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu di saat susah (Hadits Muttafaq 'Alayhi)

SHALAWAT BASYAIRUL KHAIRAT

Telah diriwayatkan dari leluhur umat, pemimpin para wali Syeikh abdul Qadir Al-Jailani, bahwa beliau berkata pada sebagian temannya : “Terimalah sholawat ini dariku, sesungguhnya aku menerimanya melalui ilham dari Allah, kemudian aku kemukakan kepada Nabi saw. Aku ingin menanyakannya pada beliau, maka beliau memberitahu padaku tentang fadhilahnya sebelum aku menanyakannya.
Nabi saw bersabda : ” Sesungguhnya sholawat itu mempunyai keutamaan yang tak terbilang keagungannya. Sholawat ini mengangkat orang yang yang membacanya ke derajat yang mulia dan mengantar mereka meraih cita-cita yang tinggi. Barang siapa membacanya untuk suatu urusan, dia tidak akan kembali dengan tangan hampa (hajatnya dikabulkan) dan tidak akan sirna harapannya, serta tidak ditolak doanya.
Barang siapa membaca sholawat ini walau sekali saja, maka Allah akan memberi ampunan kepadanya.
“Saat ajalnya telah tiba, maka akan hadir disisinya empat malaiikat rahmat ; yang pertama mencegah syaitan darinya, yang kedua membisikan kalimat syahadat, yang ketiga memberinya air dari telaga Al-Kautsar dan keempat memberitahukan kepadanya tentang kedudukannya di surga sambil mengatakan :
“Bergembiralah wahai hamba Allah, lalu hamba itu melihatnya, maka terlihat surga dengan kedua matanya sebelum Ruhnya keluar”.
Dia akan masuk ke dalam kuburnya dengan aman, senang dan gembira, tidak merasakan kesepian dan kesempitan di dalamnya. Akan dibuka untuknya empat puluh pintu rahmat dan empat puluh cahaya.
Saat dibangkitkan pada hari kiamat akan ada malaikat disisi kanannya yang memberi berita gembira, sementara disisi kirinya ada malaikat yang menenangkannya. Tiada kerugian dan penyesalan baginya, dan dia akan dihisap dengan hisap yang ringan. Saat dia melewati jembatan sirath, berkata neraka kepadanya :
“Lewatlah dengan cepat dan selamat wahai hamba yang dibebaskan Allah, sungguh aku dilarang menyentuhmu.”
Diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa saat malam isra’ mi’raj, Allah saw berfirman : “Bumi ini milik siapa wahai Muhammad ? Beliau menjawab : “Milik-Mu wahai Tuhanku. Kemudian Allah swt berfirman : “Lapisan-lapisan alam ini milik siapa wahai Muhammad ? Beliau menjawab : “Miliki-Mu wahai Tuhanku . Kemudian Allah swt berfirman : “Al-Kursi milik siapa wahai Muhammad ? Beliau menjawab : Milik-Mu wahai Tuhanku. Kemudian Allah swt berfirman : ” Engkau milik siapa wahai Muhammad ? maka paada saat itu Nabi saw bersujud.
Beliau malu untuk mengatkan sesuatu, maka Allah yang Maha Agung berfirman : “Engkau adalah milik orang yang bersholawat atas dirimu, maka bertambahlah kemuliaan dan keagungan Beliau“.

Berkata Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani ; “Sholawat inilah yang sesuai dengan hadist tersebut. Sesungguhnya sholawat ini membuka tujuh puluh pintu rahmat, menampakkan keajaiban_2 dari jalan surga, lebih baik daripada memerdekakan seribu budak, berkorban seribu onta, bersedekah dengan seribu dinar, berpuasa seribu bulan. Tersimpan didalamnya rahasia, memudahkan datangnya rezeki, menjadikan budi pekerti luhur, terkabulnya hajat, terangkatnya derajat, terhapusnya dosa_2, tertutupnya aib dan noda, serta menjadikan mulia orang yang hina”.
“Jika si pembaca dihadapkan kepada suatu masalah, maka setiap satu sholawat akan menjadi wasilah disisi Nabi saw yang mulia, dan setiap satu ayat akan menjadi syafaat untuknya disisi Allah. Dia sholawatnya para Mushollin, nasehat bagi mereka yang mau menerima nasehat dan wasilah bagi orang_2 yang bertawassul”. Inilah sholawat dengan Al-Qur’an yang mulia, aku berikan nama “BASYAIRUL KHOIROT ( Kabar gembira tentang berbagai kebaikan).