Laman

Sabtu, 06 Agustus 2011

LA ILAHA ILLALLOH MUHAMAD RASULULLAH ADL KUNCI SYURGA

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada ketakutan terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka Itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai Balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Ahqaf:13-14)
***

“Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga.“ (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shahih).

Laa ilaaha illalloh, kalimat pendek yang mudah diucapkan walau dengan satu nafas.
Setiap orang bisa dengan mudah melafalkannya. Namun ternyata Kalimat tauhid ini menjadi sebab bahagia dan tidaknya seorang hamba. Ia gampang diucapkan tapi bernilai sangat besar.
Rasulullah SAW menyatakan :

"Barangsiapa yang di akhir ucapannya Laa ilaaha illalloh, maka pasti ia masuk surga."

Laa ilaaha illalloh adalah kunci surga. Setiap orang mungkin memiliki kunci. Tapi tidak setiap kunci bisa membuka sembarang tempat. Kunci pintu rumah kita beraneka ragam, dan hanya kunci pintu yang tepatlah yang dapat membukanya.

Ketahuilah, setiap kunci itu memiliki gerigi. Hanya susunan gerigi yang benarlah yang akan mampu membuka kunci pintunya.

Imam Al-Bukhari membuat satu bab dengan judul : "Barangsiapa yang di akhir ucapannya Laa ilaaha illalloh..., Kemudian ditanyakan kepada Wahab Bin Munabbih, "Bukankah Laa ilaaha illalloh itu kunci surga." Ia menjawab : "Benar, tetapi setiap kunci memiliki gerigi, jika engkau menggunakan kunci yang bergerigi itu maka akan terbukalah bagimu, namun jika tidak, ia tidak akan terbuka."

Gerigi kunci surga yang tepat akan menentukan terbukanya pintu surga.
Gerigi kunci surga itu menjadi syarat diterimanya Kalimat tauhid seseorang. Maka tidak setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh itu mampu membuka pintu surga dan memasukinya. Hal ini ditentukan oleh tepat tidaknya gerigi kunci yang ia miliki.

Kunci Surga itu memiliki delapan Gerigi:

Pertama: Al ‘Ilmu (mengetahui)
Maksudnya adalah Anda harus mengetahui arti (makna) Laa ilaaha illallah secara benar. Adapun artinya adalah: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).

kedua,Al Yaqin (Meyakini)
“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syahadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).

Meyakini isi dan kandungan Laa ilaaha illaloh, baik yang menafikan (menolak sesuatu yang tidak layak di hadapan Allah) maupun menetapkan (itsbat) yaitu menerima sesuatu yang wajib bagi Allah.

Ketiga,Al Qobul (Menerima) Yakin dengan seyakin-yakinnya sehingga tiada sedikitpun keraguan, bahwa memang benar Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah SWT. Sebagaimana
“Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka: (ucapkanlah) Laa ilaaha illallah, mereka menyombongkan diri seraya berkata: Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini?” (Ash Shaffat: 35-36).
Rasulullah SAW menyatakan : "Kalimat Asyhadu allaa ilaaha illalloh Wa inni Rasulullah, yang diucapkan seorang hamba dengan yakin tanpa keraguan, pastilah ia masuk surga." (HR. Muslim)

Keempat Al Inqiyad (Tunduk Patuh)
“Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” (Luqman: 22).

Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim). Menerima sepenuh hati konsekuensi dari kalimat tersebut dengan hati dan lisannya, sebagaimana pelajaran dari hamba-hamba Allah dahulu ketika mereka memperjuangkan kalimah tauhid tersebut, tidak sedikit yang menerima siksaan dari orang yang menolaknya.

Kelima,Ash Shidq (Jujur atau Benar)
Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya,
melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Tunduk dan patuh kepada tuntutan kalimat tersebut dan menentang keras segala yang menyimpang darinya.

Keenam,Al Ikhlas (Ikhlas)
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Membenarkan dan tidak mendustakannya sedikitpun bahwa kalimat tauhid menjadi landasan berpikir dan bertindak.

Ketujuh, Al Mahabbah (Cinta)
Mencintai kalimat Laa ilaaha illalloh dengan segala tuntutannya serta mencintai orang-orang yang berjuang mengamalkan dan membelanya. Membenci apapun yang merusaknya.

“Dan di antara manusia ada yang menbuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang dicintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah di atas segala-galanya).” (Al-Baqarah: 165).

Kedelapan,Al Kufru bimaa Siwaahu (Mengingkari Sesembahan yang Lain)

Hendaknya menolak thaghut yaitu segala macam yang disembah dan diagungkan selain Allah. Mengimani bahwa hanya Allah-lah Tuhan Pemelihara seluruh alam.
Pantas saja krisis multidimensi terjadi di wilayah yang mayoritas muslim pengucap Laa ilaaha illalloh, karena ternyata Kunci surganya tidak bergerigi atau geriginya mulai berkarat.
Allah memperingatkan:

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl:112)

“Maka barang siapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah), yang tidak akan putus….” (Al-Baqarah: 256).

Sudah saatnya kita mulai mempersiapkan kunci yang benar dari kalimat Laa ilaaha illalloh yang selama ini hanya menjadi penghias bibir belaka, sehingga dapat berfungsi kelak disaat tidak ada seorangpun yang menemani dan menolong kita. Hanya pemilik kunci yang tepat yang akan mampu membukanya. Wallahu a’lamu bish shawwab.

Jumat, 05 Agustus 2011

KENAPA DENGAN ANGKA 7

Allah SWT, Telah menghiasai 7 Perkara di dunia diatas 7 Perkara lainnya, untuk memberitahukan kepada orang-orang yang berilmu, bahwa di dalam angka 7 itu terdapat Rahasia / Keunikan yang sangat besar / agung kedudukannya di sisi Allah SWT

Pertama : Allah menghiasi Udara ini dengan 7 Lapis Langit sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Naba’ ayat 12, “Dan Kami (Allah) jadikan di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh.”

Kemudian Allah menghiasi langit itu dengan Tujuh Bintang. Tujuh Bintang yang di maksud adalah : Bintang Zuhal, Bintang Musytari, Bintang Marikh, Bintang Syamsu, Bintang Zahro, Bintang Athorid, dan Bintang Qomar. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al Hijr ayat 16, "Dan sungguh Kami telah menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya.”

Kedua : Allah telah menghiasi padang (tanah) yang lapang dengan Tujuh lapis Bumi. Rasulullah SAW pernah menjelaskan : Para penghuni Bumi Lapisan ke-7 adalah golongan Malaikat, Pada lapisan ke-6 di huni oleh Iblis dan para pembantunya, Pada lapisan bumi ke-5 di huni oleh setan-setan, Pada lapisan ke-4 di huni oleh ular-ular, Pada lapisan ke-3 di huni oleh kalajengking, pada lapisan ke-2 oleh jin-jin, dan Pada lapisan pertama adalah Manusia. Kemudian Allah menghias bumi itu dengan tujuh lautan.

Ketiga : Allah telah menghiasi neraka dengan Tujuh Tingkatan, yaitu : Jahannam, Sa’ir, Saqor, Jahim, Huthomah, Ladhoo dan Haawiyah. Kemudian Allah menghiasi pula dari tiap-tiap neraka dengan tujuh Pintu. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 44, "Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."

Keempat : Allah menghiasi Al-Qur’an (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (Al-Fatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung."

Kelima : Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud.

Keenam : Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi’ (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua).

Ketujuh : Allah menghiasi dunia ini dengan tujuh negeri yang besar, yaitu : 1) Hindustan, 2) Hijaz, 3) Badiyah dan Kufah, 4) Irak, Syam,(Siria), Khurasan sampai Balakh, 5) Roma dan Armenia, 6) Negeri Ya’juj dan Ma’juj, dan 7) Cina Turkistan.

Kemudian Allah menghias tujuh negeri besar itu dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum’at. Dan Allah memuliakan dengan ketujuh hari ini tujuh dari para Nabi, yaitu : Allah memuliakan Nabi Musa, as dengan hari sabtu, Isa Bin Maryam as dengan hari Ahad, Dawud, as dengan hari Senin, Nabi Sulaiman, as dengan hari Selasa, Nabi Ya’qub, as dengan hari Rabu, Nabi Adam, as dengan hari Kamis, dan Nabi Muhammad saw beserta umatnya dengan hari Jum’at.

Adapun manfaat yang dapat di petik dari ke Tujuh hari tersebut adalah :

Hari Ahad : Sebagian Ulama mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang hendak membangun sesuatu atau menanam, maka hendaklah pada hari Ahad.

Hari Senin : Hari Senin adalah hari Pelayaran & Perniagaan. Karena telah di jelaskan bahwa pada hari Senin terdapat 7 kelebihan yaitu :

1. Nabi Idris, as. Telah naik ke langit pada hari Senin,
2. Nabi Musa, as. Telah pergi ke bukit Thursina pada hari senin untuk menerima wahyu,
3. Turunnya Dalil tentang ke-Esa an Allah,
4. Lahirnya Rasulullah Muhammad saw,
5. Malaikat Jibril, as. turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah,
6. Semua amal perbuatan Umat di perlihatkan kepada Rasaulullah saw pada hari Senin,
7. Wafatnya Rasulullah Muhammad saw.
Oleh karena itu, barang siapa yang berlayar/mengadakan perjalanan maka baiknya lakukanlah pada hari senin.

Hari Selasa : Rasulullah saw di tanya tentang hari Selasa, Maka Beliau menjawab : Hari Selasa adalah Hari Berdarah. Para sahabat bertanya : Mengapa demikian ya, Rasulullah? Lalu Beliau menjawab: Karena pada hari itulah Siti Hawa Haid & Putra Adam membunuh saudaranya sendiri. Sebagaian Ulama telah menjelaskan Bahwa pada hari selasa ada 7 Jiwa yang bernyawa di bunuh, diantaranya :

1. Jurjais bin Fathin (Seorang pemuda ahli Ibadah, ia hidup pada masa raja Dardaniyah yang terkenal dengan penyembahan berhalanya,
2. Yahya, as,
3. Zakaria, as,
4. Tukang sihir Fir’aun,
5. Asiah binti Muzahim, Istri Fir’aun,
6. Sahib, Sapi Betina Bani Israil,
7. Habil Putra Adam, as.
Maka, barang siapa yang ingin berbekam hendaklah ia melakukan pada hari Selasa.

Hari Rabu : Rasulullah saw di tanya tentang hari Rabu, Maka Beliau menjawab: Hari rabu adalah Hari Nahas yang terus menerus. Para sahabat bertanya," Mengapa demikian ya, Rasulullah?" Lalu Beliau menjawab: Karena pada Hari itu Allah telah menenggelamkan (menghancurkan) Fir’aun dan kaumnya, Memusnahkan kaum ’ad dan kaum Tsamud, yakni kaumnya Nabi Sholeh yang ingkar terhadap kerasulan & kenabian Nya. Maka, barang siapa yang hendak sembuh dari sakit, hendaknya ia meminum obat pada Hari Rabu.

Hari Kamis: Hari Kamis adalah hari baik untuk menunaikan Hajat. Karena Allah memerintahkan Penunaian. Maka barang siapa yang berhajat kepada manusia, maka hendaklah ia memintanya pada hari Kamis.

Hari Jum’at : Allah menciptakan Adam dan Hawa pada hari Jum’at, dan kemudian pada hari itu juga Allah mengawinkannya. Maka barang siapa yang mengadakan akad Nikah hendaklah dilaksanakan pada hari Jum’at. Sebagaian Ulama berkata : Telah terjadi Tujuh Pernikahan antara para Nabi dan antara para Auliya’ pada hari Jum’at, yaitu :
1. Pernikahan antara Adam as dengan Hawa,
2. Pernikahan antara Yusuf as dengan Zulaikha,
3. Pernikahan antara Musa as dengan Shafrawa,
4. Pernikahan antara Sulaiman as dengan Balqis,
5. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Khadijah,
6. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Aisyah,
7. Pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah.

Hari Sabtu adalah Hari makar/Tipu Daya, karena terdapat Tujuh Peristiwa makar dan tipu daya terhadap tujuh orang sholeh / kaum (Kaum Nabi Nuh as terhadap Nabi Nuh as, Kaum Nabi Sholeh as terhadap Nabi Sholeh as, Saudara2 Nabi Yusuf as terhadap Nabi Yusuf as, Kaum Nabi Musa as terhadap Nabi Musa as, Kaum Nabi Isa as terhadap Nabi Isa as, Para pemuka (gembong-gembong) Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw, dan Kaum Bani Israil terhadap Larangan Allah . Dan sebagian Ulama juga memaknai hari sabtu adalah hari baik untuk berburu.

Waallahu A'lam

Kamis, 04 Agustus 2011

AKU BERLINDUNG PADA ALLAH DARI GODAAN SYETAN TERKUTUK

SEKEDAR UNTUK DI KETAHUI:
NAMA2 SYETAN DAN PEKERJAANYA:

Khanzab adalah setan pengganggu orang salat. Walhan adalah setan yang menggoda orang yang berwudhu dan membisikinya. Dasim adalah setan yang mengganggu keluarga dan rumah. Abyadh, setan paling buruk dan kuat menggoda para nabi.
[Nama-nama Setan] Nama-nama Setan
Mujahid berkata,"Di antara keturunan setan adalah Laqnis dan Walhan,keduanya menggoda orang yang bersuci dan sholat. Keduanya digelari dengan al-Hafaf dan Murrah. Zalanbur Setan yang menggoda di pasar yang menghiasi hal yang sia-sia, sumpah, dusta dan memuji barang dagangannya. Bathar setan yang menggoda orang yang tertimpa musibah, membisikinya supaya mencakar wajah, memukul pipi, dan merobek kantong bajunya sendiri. Al-'Awar adalah setan penggoda orang yang berzina dengan menyebarkannya di kelamin laki-laki dan ketuaan pada perempuan."
Mathus setan pemilik berita dusta yang disebarkan melalui mulut-mulut manusia yang tidak ada sumbernya. Dasim yakni bila seorang memasuki rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak mengingat Allah, maka dia dapat melihat harta kekayaan seseorang selama belum di angkat atau diperbaiki tempatnya. Bila seseorang makan dan tidak membaca basmallah, maka dia akan makan bersamanya.
Al 'Amasy berkata,"Ketika aku masuk ke dalam rumah dan tidak menyebut nama Allah SWT, serta tidak bersalam aku melihat api. Aku berkata,"Angkatlah, dan aku berbantahan dengannya. Kemudian aku ingat dan berkata, "Dasim, Dasim, Aku berlindung kepada Allah SWT darinya."
Ubay bin Kaab meriwayatkan dari Nabi SAW. Beliau bersabda,"Sesungguhnya wudhu itu ada setannya yang bernama Walhan. Maka takutlah kalian semua dari sifat was-was pada air.(Diriwayatkan oleh Tirmidzi.)
Muslim meriwayatkan dari Ustman bin Abi Al Ash. Dia berkata,"Ya Rosulullah, setan telah menghalangi antara diriku dan salatku dan tanda-tanda yang ia kenakan padaku." Rosulullah bersabda,'Itu adalah setan yang di sebut Khanzab. Maka bila engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.' Maka aku melakukan itu dan Allah menghilangkannya dariku."

Sumber: Hikaya Ash-Shufiyyah, Muhammad Abu Al-Yusr 'Abidin.

Selasa, 02 Agustus 2011

Doa diwaktu Sahur

Doa Baha’/Doa Azhîmusy Sya’n

Doa Mencapai Hajat dengan bertawassul pada Keagungan Allah swt.

Jika kita benar-benar punya hajat, maka bacalah doa ini di waktu sahur. Doa ini dikenal sebagai doa ‘Azhîmusy Sya’n (keadaan yang sangat agung) dan Doa Bahâ’, doa bertawassul dengan keagungan Allah swt. Sesudah membaca doa ini sampaikan hajat kita kepada Allah swt diijabah. Doa ini adalah doa Imam Muhammad Al-Baqir di waktu-waktu sahur:

Arti do'a trsbt adl:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang


Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan-Mu dengan segala keagungannya, semua keagungan-Mu adalah agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua keagungan-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keindahan-Mu dengan segala keindahannya, seluruh keindahan-Mu adalah indah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua keindahan-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan jalaliyah-Mu dengan segala keagungannya, semua jalaliyah-Mu adalah agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua jalaliyah-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan-Mu dengan segala keagungannya, semua keagungan-Mu adalah agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua keagungan-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan cahaya-Mu dengan segala cahayaannya, semua cahaya-Mu bercahaya. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua cahaya-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu dengan segala keluasannya, seluruh rahmat-Mu luas. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua rahmat-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kalimat-Mu dengan segala kesempurnaanya, seluruh kalimat-Mu sempurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh kalimat-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kesempurnaan-Mu dengan segala kesempurnaannya, semua kesempurnaan-Mu paripurna. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan semua kesempurnaan-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu dengan segala keagungannya, seluruh asma-Mu agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh asma-Mu.

BERSIHKAN HATI

Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri" (QS 87 : 14), "

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu"(QS 91 : 9).

Rasulullah SAW bersabda :"Kebersihan itu sebagian dari iman". Pahamilah bahwa kesempurnaan iman adalah dengan menyucikan hati dari segala yang tidak disukai Allah Azza wa Jalla dan menghiasinya dengan yang disukai Allah. Maka, penyucian itu bagian dari iman.

Bagaimana kita dapat menyucikan hati dan jiwa kita dari hal tercela yang tidak disukai Allah kalau kita tidak paham perbuatan tercela apa saja yang tidak disukaiNya ? Inilah yang dirangkumkan Al Imam Al-Ghazali sebagai 10 perbuatan tercela yang tidak disukai Allah SWT :

1. Rakus Makan
2. Keserakahan Bicara
3. Marah
4. Dengki
5. Kikir dan Cinta Harta
6. Ambisi dan Cinta Kedudukan
7. Cinta Dunia
8. Sombong
9. Bangga Diri
10. Riya

Semoga Allah SWT menghindarkan ke-10 perbuatan tercela tersebut dari hati dan jiwa kita semua.
Dan Insya Allah,

Waallahu A’lam

DUNIA INI FANA (RUSAK)

"Dunia ini Fana (rusak) anehnya orang orang memperebutkan yang fana. Allah itu Kekal (Baqa) dan Maha Suci, anehnya orang-orang pada lari dari yang Maha Suci".

"Wahai kekasih Allah jadikanlah lisanmu dan hatimu tuk berdzikir, keluar dan masuk nafas akan dipertanggungjawabkan, mau kemana, untuk apa, kembali kemana , apa yang dibawa. Gemuruh ombak, burung berkicau , semua makhluk memuji Allah, yang berakal kadang kalah oleh makhluk lainnya sunggu disayangkan…!? Wahai hamba Allah jadikanlah tujuanmu untuk Allah. Jangan jadikan Allah di telapak tanganmu, jadikan Allah di isi hatimu. Jadilah engkau kekasih Allah".

"Wahai kekasih Allah, dunia itu bagaikan sampah yang berserakan. Bila kau pegang dengan tanganmu akan menjadi kotor. Banyak orang risau dan bingung dengan urusan dunia, karena ia simpan di hati. Dan sedikit orang bingung bagaimana agar supaya dekat dengan Allah".. sehingga ia terus mencari…

"Wahai hamba yang teraniyaya bangunlah! Jadikanlah tempat dudukmu sajadah, senjatamu tasbih, buku mu Al-Qur’an, lisanmu untuk memuji, akalmu untuk ber tafakur, mata untuk menangis dan hatimu Allah.. tujuanmu Allah , harapanmu Allah. Jadilah kekasih Allah, Allah akan mengabulkanmu sayang..".

"Wahai kekasih.. tidurmu, hembusan napasmu, detakan jantung mu, urat nadimu, aliran darahmu… jadi barokah dan rahmat dalam tidurmu..".

"wahai sahabatku..

Sejauh jauhnya burung terbang mengelilingi dunia, pasti akan kembali ke titikakhir. Dan yang hanya didapat hanyalah pengalaman dan makanan. Sejauh-jauhnya manusia merantau pasti akan kembali keasal muasal (titik penghabisan). Dan yang ia dapat pengalaman dan amal. Dunia adalah tempat menanam benih dan akhirat tempat memetik hasilnya sahabatku… pahitkah! Maniskah! Dihadapan Allah. Maha Suci Allah…

Sekuat-kuatnya pohon diterjang badai akan roboh. Sekuat-kuatnya manusia takan kuat menahan pedihnya mati. Nabi Musa a.s. pun merasa pedih ketika dicabut ruhnya apalagi kita.. sahabatku…

Wahai kekasih Allah… 3 macam yang asing di dunia : 1. Qur’an di dalam dada seorang yang dholim. 2. Orang sholeh di tengah kaum yang jahat. 3. Qur’an di dalam rumah yang tidak dibaca. Sungguh asing saudaraku…

Wahai hamba Allah… semua orang pada tahu bahwa siksa itu ada tapi kenapa orang banyak tertawa. Maut itu pasti datang kenapa orang banyak berhura-hura. Hisab itu pasti kenapa orang banyak beramal buruk. Qodha dan Qadar udah tentu kenapa orang banyak bersedih. Surga itu pasti kenapa orang tidak banyak beramal… kenapa mereka berbuat begitu sungguh sayang?????

Senin, 01 Agustus 2011

“Ngapain puasa?”Bertanya anak pada bapaknya.

Masih ingatkan dengan lagu Bimbo yang populer di setiap bulan Ramadhan?

Ada anak bertanya pada bapaknya,
Buat apa berlapar-lapar puasa?

Jawaban yang umum ditemui untuk pertanyaan ini biasanya “supaya kita merasakan penderitaan kaum dhuafa”. Sesederhana itukah? Tentu. Wong yang nanya juga anak-anak. Mereka belum perlu jawaban yang filosofis dan dalam. Biarkan mereka merasa bangga ketika mampu menahan lapar dan haus dari Subuh hingga Magrib. Biarkan mereka berkata lantang pada teman-temannya, “Saya kuat berpuasa”.

Kebanggaan bisa melakukan ibadah yang cukup berat ini mungkin bisa jadi pemicu anak-anak untuk bisa terus mendisiplinkan diri untuk menjaga puasa mereka pol di bulan Ramadhan. Tapi alangkah sedihnya ketika kebanggaan ini juga hinggap pada orang dewasa. Ketika mereka dengan bangganya menceritakan puasa mereka full nggak ada yang bolong. Ketika dengan bangga mereka menuturkan kedisiplinan mereka bertarawih setiap malam, bertadarus, berdzikir. Ketika dengan sombongnya mereka bisa mencap buruk orang yang tidak berpuasa. Apakah selama ini mereka masih percaya bahwa puasa itu bertujuan supaya kita bisa merasakan penderitaan fakir miskin? Alangkah perihnya.

Kalau hanya untuk merasakan penderitaan fakir miskin, buat apa kita bersahur di pagi buta? Untuk apa kita harus menjaga omongan, pikiran dan perasaan? Untuk apa kita harus merelakan waktu istirahat di malam hari demi ibadah?

Kemarin malam dari pengeras suara mesjid terdengar teguran keras pengurus bagi anak-anak. “Yang cuma mau main-main dimohon untuk pulang saja!”. Astaghfirullah... hati saya menangis. Mereka yang seharusnya dekat dengan sang Khalik, yang selalu tak henti melafazkan astma-Nya... kenapa mereka justru menafikan hakikat ciptaanNya? Adalah sunatullah bahwa anak kecil senang bermain. Rasul pun tak berang ditunggangi cucunya saat bersujud dalam shalatnya. Kenapa harus menjauhkan anak-anak dari masjid? Bagaimana jika anak-anak tersebut enggan mengunjungi masjid lagi hingga mereka remaja bahkan dewasa? Kenapa tidak dibiarkan saja mereka pada kodratnya? Daripada bermain di tempat nggak jelas, jauh lebih baik jika mereka bermain di masjid.Dan mengingatkanyapun dg cara halus yg islami kan bisa dan banyak cara???

Ada satu sifat yang sangat dibenci Allah. Bahkan sebesar biji zahrah pun sifat ini ada di hati manusia, tidak akan terbuka pintu surga. Sifat ini yang selayaknya berusaha kita bunuh dengan cara berpuasa. Menahan lapar dan haus, itu cuma kulit semata. Dalami makna lapar dan haus itu. Selami keindahannya. Niscaya kelemahan fisik yang kita rasakan bisa menjadi sumber kekuatan untuk menghancurkan sifat terkutuk itu: SOMBONG,EGOIS,ANGKUH ,SOK MERASA BISA,DLL. Banyak ibadah bukan berarti kita jadih lebih dekat dengan-Nya.tapi melaksanakan ibadah walupun sedikit tapi dg ikhlas dan mengharap RidhoNYA/semata mata krn ILALLAH itulah yg akan mendapat nilai dimata Allah.
Semoga Ramadhan kita kali ini bisa menjadikan kita muslim/muslimah yang khaffah.Aamiin....